Wanti-Wanti, Ini Alasan Harga-Harga Mobil Naik di 2018

 Wanti-Wanti, Ini Alasan Harga-Harga Mobil Naik di 2018

Foto by Automotive Engineering HQ

Otosia.com -

Harga sejumlah mobil sudah terlihat naik dari banderol sebelumnya pada tahun ini.

Sebut saja LCGC keluaran Astra, lalu Xpander, hingga sederet kendaraan CBU bahkan sampai mobil-mobil niaga Daihatsu.

Kenaikan harga mobil ini seperti dijelaskan Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, dilatarbelakangi kurs dolar. Namun, bukan cuma perubahan kurs yang menjadi soal.

"Ekspetasinya kan kita enggak sampai Rp 14.500," ujarnya lalu merujuk pada efek yang muncul setelahnya.

Problem penting dari nilai kurs ini adalah penguatan yang bersifat berkepanjangan. Pasalnya, para pemasar mobil atau agen pemegang merek (APM) saat ini masih belum seratus persen lepas pada komponen impor.

Lebih jauh, memang mereka sudah memperhitungkan kenaikan kurs karena harus impor. Namun, harga yang bagaimanapun akan goyang jika penguatan dolar berlangsung begitu lama.

"Kalau ini terus di jangka panjang, pasti para APM harus bekerja keras menghitung ulang karena komponen-komponen yang mengandung dolar masih sangat tinggi, kemudian bahan baku yang mengandung dolar masih ada, impor-impor juga masih ada," kata dia.

Dengan pengaruh kuatnya dolar yang berefek pada harga suku cadang impor, maka akan terdampak pula perhitungan harga struktur sebuah kendaraan.

"Kalau Rp 14.000 ini bertahan lama maka akan menggangu cost structur. Kalau cost structur-nya terganggu, biasanya mereka akan memberikan policy mengenai kenaikan harga segala macam," kata dia.

 (kpl/why/tys)

Artikel Asli
Sumber: Otosia.com