5 Kisah Pilu Di Balik Kecelakaan di Sukabumi, Ini Foto Terakhir Sebelum Bus Terjun ke Jurang

5 Kisah Pilu Di Balik Kecelakaan di Sukabumi, Ini Foto Terakhir Sebelum Bus Terjun ke Jurang

Foto terakhir di dalam bus para korban kecelakaan di Jalan Raya Cikidang-Sukabumi, Pelabuhanratu sebelum bus terperosok ke jurang | Istimewa /handover

TRIBUNNEWS.COM --Kecelakaan maut di Jalan Raya Cikidang-Pelabuhanratu, Sukabumi meninggalkan cerita duka bagi para keluarga korban.

Diketahui sebanyak 21 orang tewas dalam kecelakaan bus di tanjakan 'S' di jalur tengkorak tersebut, Sabtu (8/9/2018).

Para korban merupakan Karyawan PT Catur Putra Jaya (CPJ), sebuah dealer motor yang bertempat di Jalan Raya Kemang, Kabupaten Bogor.

Sedianya mereka ingin berangkat menuju Pelabuhanratu untuk gathering perusahaan.

Sebelum kecelakaan terjadi, mereka sempat berfoto bersama di dalam bus.

Dari foto yang diperoleh TribunnewsBogor.com, mereka sempat berfoto selfie di dalam bus.

Tampak keceriaan terlihat dari wajah mereka.

Foto itu diunggah di status WhatsApp salah satu korban.

Selain itu, ada pula kisah pilu lainnya yang dituturkan oleh keluarga atau orang-orang terdekat korban.

Berikut 5 kisah pilu dibalik kecelakaan maut di Jalur Cikidang-Pelabuhanratu yang dirangkum TribunnewsBogor.com.

1. Candaan Terakhir

Nurul Sobah menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan maut di Cikidang, Sukabumi.

Sang suami, Tomy Nugraha menceritakan Ia sempat mengantar sang istri ke lokasi pemberangkatan di dealer motor Catur Putra Jaya di Jalan raya Parung KM 15, Kemang, Bogor.

Ia tak menyangka bahwa saat itu adalah saat terakhir Ia bisa melihat istri tercintanya.

Tidak ada firasat apapun yang ia rasakan sebelum istrinya pamit untuk mengikuti kegiatan gathering perusahaan.

"Kalau isyarat atau firasat tidak ada, hanya satu malam sebelum keberangkatan saya ingat dia ucap sesuatu," katanya kepada TribunnewsBogor.com.

Nurul Sobah, korban tewas kecelakaan maut di Sukabumi (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Tomy pun awalnya menganggap ucapan itu hanya gurauan saja.

Namun siapa sangka perkataan itu merupakan kata-kata terakhir yang diingatnya.

"Iya lagi ngobrol malam malam istri saya bilang, Ayah nanti mah ayah tidurnya sendiri dong, sayan kira hanya bercanda karena dia mau pergi gathering" kata Tomy.

2. Dua Sejoli Tewas

Dua korban tewas kecelakaan bus di Desa Cikidang, Desa Buniwangi, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (9/9/2018), berencana untuk melangsungkan pernikahan.

Sri Julianti dan Muhamad Ashari ikut dalam rombongan PT Catur Putra Jaya menuju ke Pelabuhan Ratu pada Sabtu (8/9/2018).

Kakak ipar Sri Julianti, Bachtiar menceritakan bahwa adiknya dan Muhamad Ashari sudah menjalin hubungan meski bekerja di kantor yang sama.

Menurut Bachtiar, Sri Julianti dan Muhamad Ashari berencana untuk mengikat tali kasih tahun depan.

"Mereka berdua itu pasangan satu kantor. Rencananya, mereka memang akan menikah tahun depan," katanya, saat ditemui TribunnewsBogor.com di rumahnya, di Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (9/9/2018).

Bachtiar mengatakan, meski berencana menikah tahun depan, namun hingga kini dua korban tewas kecelakaan bus di Cikidang tersebut belum melakukan persiapan.

Meski begitu, kata Bachtiar, dua keluarga dari Sri Julianti dan Muhamad Ashari baru saja melakukan pertemuan untuk membahas pernikahan.

"Minggu kemarin kedua keluarga bertemu. Baru dilakukan perkenalan awal," lanjutnya.

Persiapan seperti memilih lokasi pernikahan, membuat undangan, dan lain-lain, belum dilakukan kedua pihak.

3. Tinggalkan istri hamil 7 bulan

Warga Kampung Sukamulya, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Tagrit Daulat juga mejadi korban tewas dalam kecelakaan maut tersebut.

Tagrit yang baru delapan bulan bekerja menjadi sales marketing itu baru menikah pada 2017 lalu.

Ia meninggalkan seorang istri dan calon buah hati pertamanya.

Sofiah Nurdila Istri Tagrit mengatakan bahwa Ia tidak memiliki firasat.

Sofiah Nurdila Istri Tagrit Daulat, korban kecelakaan bus di Cikidang Sukabumi (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Sofiah yang kini tengah hamil buah hati pertamanya sangat kehilangan sosok Tagrit.

Bagaimana tidak, Tagrit merupakan sosok suami yang perhatian kepadanya dan calon buah hati.

Terakhir berkomunikasi Tagrid menggunaka pesan WhatsApp.

"Iya dia minta terus jaga kesehatan, dia emang perhatian," ujarnya.

4. Satu janji belum terpenuhi

Sri Julianti termasuk dalam daftar korban tewas kecelakaan bus di Cikidang Sukabumi.

Teman Sri julianti, Che Riska Batra Cheng menceritakan keharuannya atas kejadian tersebut.

Pemilik akun Facebook Che Riska Batra Cheng menceritakan bahwa mereka berdua berjanji akan bertemu.

Namun, karena kesibukan masing-masing pertemuan tersebut batal dilakukan.

"Ya Allah bener" gak nyangka bakal secepat ituu tapi semua emang udah diatur..

innalillahiwainnailaihi rojiun smoga amal ibadah bouk Sri Juliani Batubara slalu diterima dsiisi Allah Amiin ya robb

bouk srijulianibatubara bukankah kita udah janji bakal ketemuan bouk bulan kmaren gak jadi boukk gara" kita pada sibukk

akhhhh boukkk padahall masih banyak yg harus kita jalani kedepannya tpi smua udah gak mungkinn bareng" lagi kita tmpuhh..

hanya doa yg bisa aku panjatkan ya robb..

akhh bouk siti S Husaimah Batubara kita yg sabar ya akhh kaka ade andri bouk uli udak smoga kita slalu diberi ksabaran amiinn ya robb ya Allahh…" tulisnya di akun Facebook.

Menurut Che Riskan Batra Cheng, mereka berdua sudah bersama sejak kecil.

Malah tanggal lahir mereka berdua juga sama.

Che Riska Batra Cheng dan Sri Julianti berencana untuk bertemu di Monas.

Namun hingga kini belum juga terealisasi hingga akhirnya Sri Julianti menjadi korban dari kecelakaan di Cikidang.

"masih gak percaya boukq Sri Juliani Batubara 1997 kita lahir d tahun yg sama cman beda beberapa bulan doang

boukk dari kecil emnag kita slalu barengg bouk1998-2016 kita masih ktemu smpe 2017 juga masih ktemu bouk ehh pas 2018 kmaren janjinya mau ktemuan di monas dn sampe skarang gak jadi juga karna kita masih sibuk dgn pekerjaan kita boukk

akhhhhh boukk masih banyak yg blom kita tempuh dalam lika likunya hidup boukk sriku sayangdan skarang tinggal kenangan antara kita dan bouk S Husaimah Batubara dan hanya doa yg bisa kami panjatkan boukk smoga bouk diampuni dosanya dan di tmpakan dsisiMu ya robb.. amiinn" tutupnya.

5. Komunikasi terakhir

Deden, seorang karyawan dan kerabat korban yang berada di dalam bus menuturkan bahwa sebelum mendengar peristiwan kecelakaan tersebut Ia masih berkomunikasi.

"Masih kontak sama Enday masih komunikasi pukul 12.00 WIB siang tadi," katanya.

Namun setelah itu kata Deden komunikasi dengan kerabatnya itu sudah tidak ada lagi.

"Iya keluarga juga mitra bisnis juga, tadi siang itu kontak lewat whatsapp, katanya masih ada tagihan nih Rp 600 ribu bisa enggak, saya jawab bisa, namanya kan rekan bisnis, sudah itu enggak ada kontak lagi," katanya.

Artikel Asli
Sumber: Tribunnews.com