Batasi Umur Pengguna, Tik Tok Tak Pakai 'Face Recognition'

Batasi Umur Pengguna, Tik Tok Tak Pakai 'Face Recognition'

Tik Tok memberi konfirmasi bahwa perusahaannya tidak menggunakan face recognition untuk membatasi umur pengguna. Perusahaan video singkat itu menyebut bahwa mereka menggunakan batasan umur berdasarkan data yang dimasukkan pengguna.

"Kami tidak menggunakan face recognition […] kami menggunakan age gate untuk mengetahui apakah umur pengguna sesuai," jelas juru bicara Tik Tok Indonesia dalam wawancara per telepon, Kamis (12/7).

Age gate atau age bar ini adalah data umur yang dimasukkan sendiri oleh pengguna. Identifikasi data umur pengguna dengan memasukkan tanggal hingga tahun lahir ini memang lazim digunakan oleh berbagai layanan aplikasi lain seperti Facebook misalnya.

Klarifikasi ini dilontarkan Tik Tok setelah sebelumnya Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Semuel Abrijani Pangerapan menyebut bahwa Tik Tok akan menggunakan face recognition untuk memverifikasi umur pengguna. Sebab Kominfo meminta Tik Tok membatasi umur penggunanya minimal 13 tahun.

Selain menggunakan batasan umur, Tik Tok juga berupaya agar batasan umur ini dipatuhi dengan melibatkan orang tua dengan merilis panduan bagi orang tua di situs mereka. 

Dengan demikian, tidak ada verifikasi proses verifikasi di dalamnya. Semua diserahkan pada kejujuran pengguna. Sehingga pemerintah pun tak memiliki kuasa agar aturan batasan umur dipatuhi.

Sebenarnya, masalah verifikasi untuk kepatuhan batasan umur ini bukan hanya jadi masalah Tik Tok. Semua aplikasi lain yang memiliki batasan umur pengguna pun tak memiliki sistem untuk memverifikasi data umur penggunanya.

Aturan batasan umur sia-sia

Sehingga keinginan pemerintah untuk membatasi umur pengguna aplikasi bisa dinilai sebagai aturan yang sia-sia. Hal ini disebutkan oleh Widodo Budiharto, Profesor Kecerdasan Buatan, Universitas Bina Nusantara.

"Jadi akal-akalan saja," tulisnya lewat pesan singkat, Kamis (12/7).

Menurutnya, jika aturan ini memang benar-benar bisa dijalankan semestinya ada proses verifikasi data pengguna. Misal menggunakan data registrasi kartu SIM untuk memverifikasi umur pengguna.

"Enggak ada gunanya (kartu) SIM suruh daftar kalau enggak bisa dipakai (untuk) berbagai aktifitas registrasi," tandasnya.

Artikel Asli
Sumber: CNN Indonesia