BRI Kediri akan kembalikan uang nasabah korban penipuan

BRI Kediri akan kembalikan uang nasabah korban penipuan

Dalam standar operasionalnya, BRI memberlakukan pengembalian dana karena penipuan dalam maksimal 20 hari kerja.

Iriani bingung saat menerima pesan singkat dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) tentang adanya transaksi penarikan dana sebanyak tiga kali.

Perempuan asal Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu amat yakin, hari itu dia tidak melakukan transaksi perbankan apapun.

"Saya merasa tidak melakukan transaksi apapun," sebut Iriani dalam ANTARA, Senin (12/3/2018).

Dengan segera Iriana berangkat ke kantor BRI di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, untuk memblokir rekeningnya, dengan harapan uangnya tidak terus raib.

Di kantor cabang BRI Kediri, Iriana tak sendiri. Sudah ada 16 nasabah yang mengaku mengalami masalah serupa.

Di sisi lain, pihak BRI Kediri juga bingung mengapa banyak nasabahnya yang melapor kehilangan. Kejadiannya juga bukan hanya pada satu hari itu saja, tapi sudah sejak beberapa waktu terakhir.

"Kami tidak tahu tiba-tiba uang nasabah hilang begitu saja. Jadi kami lapor ke pusat. Dugaan sementara ini adalah skimming," ucap Kepala Cabang BRI Kediri, Dadi Kusnadi.

Skimming adalah bentuk pencurian data nasabah yang umumnya terjadi dengan cara menangkap kode magnetic yang terdapat pada belakang kartu debit atau kredit dengan sebuah alat khusus yang ditempelkan pada mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Rentang uang nasabah yang hilang yakni mulai dari Rp500.000, Rp1 juta, Rp4 juta, dan bahkan ada yang juga mencapai Rp10 juta.

Dari semua uang nasabah yang hilang, Dadi mencurigai skimming ini dilakukan pelaku yang berada di luar negeri. Sebab, uang-uang nasabah yang ditarik tidak selalu dalam jumlah yang bulat, melainkan selalu dengan embel-embel angka tertentu.

Contohnya milik Evalina. Nasabah lain BRI Kediri ini mengaku kehilangan uang sejumlah Rp504.146,509 dari rekeningnya. Dugaannya, uang tersebut terkonversi ke dalam mata uang lain, seperti dolar atau yen.

"Kantor pusat sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan FBI (Federal Bureau of Investigation) karena pelaku diduga ada di luar negeri," sambung Dadi dalam KOMPAS.com.

Dadi belum bisa menjabarkan total uang nasabah yang raib. Sampai hari ini, data uang nasabah masih terus ditelusuri. BRI pun berjanji akan mengganti setiap uang nasabah yang hilang sesuai dengan prosedurnya.

Dadi mengimbau nasabah untuk tetap tenang dan segera datang ke kantor BRI untuk mengecek rekeningnya.

Asisten Manajer Operasional BRI Kediri, Sumarsono menjelaskan, kejadian semacam ini merupakan kesalahan sistem ATM. Sehingga BRI akan bertanggung jawab selama nasabah melampirkan bukti kehilangannya.

"Jika ada yang tidak cocok saat transaksi, maka segera lapor dan nanti dibuatkan surat trouble tiket atau Complain Handle System (CHS). Dengan surat laporan itu nanti akan diteruskan dan kita kirim ke kantor pusat," ujarnya dalam *detikcom. *

Kejadian ini bukan yang pertama kalinya dialami BRI. November 2016, BRI pernah mengembalikan uang sejumlah nasabah dengan total Rp1,9 miliar karena kejadian serupa.

Pimpinan BRI Wilayah Denpasar, Dedi Sunardi, menyebut laporan yang masuk karena skimming ATM berasal dari 515 nasabah dengan potensi kerugian sebesar Rp2,7 miliar.

Menurut aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan wajib mengembalikan dana nasabah karena penipuan dalam jangka waktu maksimal 20 hari kerja.

Investigasi BRI yang dilakukan saat itu menunjukkan aksi skimming yang dilakukan pelaku adalah dengan memasang alat skimmer dan kamera yang ditempel pada perangkat mesin ATM sehingga kartu dan PIN nasabah yang melakukan transaksi dapat terbaca dan disalahgunakan oleh pelaku.

Ada empat cara untuk bisa melindungi data pribadi Anda. Pertama, selalu jaga kerahasiaan nomor PIN kartu kredit dan debit. Sebaiknya nasabah juuga rutin mengganti PIN.

Kedua, selalui awasi proses transaksi di toko. Saat berbelanja menggunakan kartu, pastikan Anda memantau langsung penggesekan kartu yang dilakukan pelayan toko. Ketiga, jangan mudah memberikan data Anda di internet.

Keempat, perhatikan fitur automatic login. Anda juga harus waspada bila menggunakan koneksi WiFi di tempat umum ketika mengakses mobile banking atau *internet banking. *

Artikel Asli
Sumber: Beritagar.id