Kronologi Tenggelamnya Tank yang Bawa Siswa PAUD di Sungai Bogowonto

Kronologi Tenggelamnya Tank yang Bawa Siswa PAUD di Sungai Bogowonto

Kecelakaan Tank TNI (Foto: Facebook/Dewi Phutri )

Peristiwa nahas menimpa rombongan siswa dan guru PAUD dari Kelurahan Sindurjan, Purworejo, yang sedang study tour ke Markas Yonmek 412 / Bharata Eka Sakti Purworejo, Sabtu (10/3) pagi. Salah satu tank yang mengangkut rombongan tersebut tenggelam di Sungai Bogowonto, Purworejo.

Berdasarkan keterangan saksi, tank nahas tersebut mengangkut 5 orang personel TNI dan 17 penumpang yang terdiri dari 16 siswa PAUD dan seorang guru, yang merupakan Ketua Yayasan PAUD Ananda.

Tank tersebut terperosok ke dasar sungai saat melintasi Sungai Bogowonto. Menurut pihak Kostrad, dasar sungai yang tak kokoh dan kuat menjadi penyebab tank tersebut tenggelam. 

Akibatnya, dua orang meninggal dunia akibat peristiwa ini, yakni Ketua Yayasan PUAD Ananda, Iswandari, dan salah satu personel TNI, Pratu Randi Suryadi.

Berikut kronologi peristiwa tenggelamnya Tank Yonmek 412 / Bharata Eka Sakti Purworejo, dalam keterangan tertulis pihak Kostrad yang diterima kumparan (kumparan.com), Minggu (11/3):

Sabtu, 10 Maret 2018

Pukul 08.00 WIB

Peristiwa bermula saat rombongan PAUD Ananda melaksanakan out bound di Markas Yonmek 412 / Bharata Eka Sakti Purworejo. Hal ini dibenarkan langsung oleh Kepala Penerangan Kostrad, Letkol Inf Putra Widyawinaya.

"Benar pada hari Sabtu (10/3), tengah dilaksanakan kegiatan out bond kepada anak-anak TK dan PAUD sekitar Purworejo yang bertempat di Markas Yonif Mekanis Raider 412/6/2 Kostrad dengan salah satu kegiatannya yaitu berkeliling asrama menggunakan Ranpur," jelas Putra.

Para siswa dan guru pada awalnya mengikuti simulasi dengan menaiki helikopter. Setelah itu, para rombongan diperkenalkan lintasan helikopter sampai di jembatan timbang.

Pukul 09.00 WIB

Para siswa dan guru kemudian diajak ke garasi tank untuk diperkenalkan dengan beragam jenis tank. Kemudian rombongan diajak menjajal Tank Yonmek 412 / Bharata Eka Sakti Purworejo di Sungai Bogowonto yang berada di belakang markas. 

Tiga unit tank digunakan untuk memperagakan simulasi tersebut. Masing-masing tank ditumpangi 20-22 orang.

Pukul 10.00 WIB

Simulasi ini dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama yang terdiri dari tiga buah tank pulang dan pergi dengan selamat. Sedangkan pada kloter kedua, satu tank terkena musibah, tergelincir, dan tenggelam. Sedangkan dua tank lainnya selamat.

Melihat peristiwa tersebut, para personel TNI yang bertugas dalam simulasi tersebut langsung menolong para korban yang tenggelam dan hanyut.

Seorang guru, yang merupakan Kepala Yayasan PAUD Ananda, Iswandari, yang turut dalam rombongan tank nahas tersebut sempat memegangi siswa PAUD agar tak terbawa arus. Iswandari juga sempat dibantu oleh seorang personel TNI, Pratu Randi Suryadi.

Namun nahas, usai menyelamatkan para siswa PAUD, baik Iswandari dan Pratu Randi kelelahan dan dilarikan ke rumah sakit. Pratu Randi meninggal di RSU Dokter Tjitro Wardoyo. Sementara, Iswandari meninggal di RS Panti Waluyo.

Pukul 13.15 WIB.

Tank yang tenggelam tersebut akhirnya berhasil dievakuasi ke daratan. Pihak kepolisian masih terus mendalami peristiwa ini.

Minggu, 11 Maret 2018

Jenazah Iswandari dimakamkan di Purworejo. Sementara, jenazah Pratu Randi akan dimakamkan di Sumedang, Jawa Barat.

Artikel Asli
Sumber: kumparan