Mengapa Jari Manusia Mampu Keluarkan Suara 'Retakan'?

Mengapa Jari Manusia Mampu Keluarkan Suara 'Retakan'?

Penelitian ilmiah tidak selalu mengenai hal-hal yang memiliki konsekuensi besar.

JAKARTA – Penelitian ilmiah tidak selalu mengenai hal-hal yang memiliki konsekuensi besar. Selama bertahun-tahun, banyak uang dan waktu telah dihabiskan untuk hal-hal yang melibatkan penelitian terhadap sesuatu yang belum diketahui.

Dilansir dari Mentalfoss, para peneliti dari Stanford University dan Ecole Polytechnique di Prancis telah mengubah mata ilmu pengetahuan ke fenomena cracking pada jari. Menurut Gizmodo, simulasi komputer dibuat untuk mengonfirmasi teori sebelumnya bahwa suara bising yang berasal dari tangan manusia setelah memberi tekanan pada jari adalah hasil gelembung gas yang meletup di dalam jari tangan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Laporan Ilmiah menunjukkan bahwa gelembung mikroskopis di dalam cairan sinovial pelumas dari kolaps sendi ketika sesi ‘retak-retak’ dimulai. Bunyi ini dianalogikan seperti gelembung, Bubble Wrap pada tubuh.

Memukul akan menghasilkan suara yang terdengar seperti patahan dan bagi banyak orang, sangat menyenangkan.

Untuk mengumpulkan data, peneliti mengambil representasi geometrik dari gerakan sendi selama sesi retak dan mengubahnya menjadi persamaan matematika. Model perangkat lunak menunjukkan bahwa tekanan bergeser dalam tekanan meningkatkan cairan bersama pada gelembung-gelembung gas.

Kini misteri akan hal tersebut belum terungkap secara jelas, ilmuwan masih terus meneliti hal tersebut. Karena itu adalah simulasi, ada kemungkinan kesalahan matematis.

Artikel Asli
Sumber: Okezone.com