Teror Potongan Kepala Hiu Berisi Sampah Hebohkan Pesisir Australia

Teror Potongan Kepala Hiu Berisi Sampah Hebohkan Pesisir Australia

Pemerintah berhasil selamatkan ikan hiu paus di Maluku yang akan dijual ke Tiongkok (foto : Wikimedia Commons)

Liputan6.com, Canberra - Seonggok kepala hiu yang dipenuhi puntung rokok dan aneka sampah laut, ditemukan tertancap di pagar kantor sebuah organisasi penyelamatan laut di Sydney, Australia.

Temuan kontroversial yang disadari pada Minggu, 10 Juni 2018 itu, diketahui sebagai teror dari oknum yang menentang aksi konservasi laut di pesisir Negeri Kanguru. 

Dikutip dari VOA Indonesia pada Selasa (12/6/2018), sukarelawan Penyelamat Maritim NSW di Distrik Shellharbour --sekitar 100 kilometer selatan Sydney-- datang untuk mulai bertugas pada Minggu pagi, ketika ia terkejut menemukan potongan kepala hiu jenis mako itu.

Manajer operasi regional, Bruce Mitchell mengatakan kepada kantor berita AFP, temuan itu adalah "pertama kalinya saya dengar dari mana pun", dan menambahkan bahwa tampaknya hiu itu masih segar dan kemungkinan ditangkap pada Sabtu, 9 Juni 2018.

"Siapa pun yang menangkap hiu itu membawanya ke darat, membersihkan dan memotong kepalanya," kata Mitchell. Ia mengatakan bahwa ikan itu beratnya sekitar 70 kilogram.

Mitchell mengatakan organisasi relawan, yang membantu pelaut dalam keadaan darurat dan situasi lainnya, belum menerima ancaman apa pun dan tidak melaporkan insiden itu ke polisi.

Penyelamat Laut atau Marine Rescue mengunggah foto-foto kepala ikan hiu itu di Facebook dan Twitter dan mengatakan insiden itu "sangat mengejutkan para relawan kami yang berusaha menyelamatkan hewan-hewan yang hidup di laut."

 

 

Pembatalan Kompetisi Selancar

Ilustrasi hiu (AFP)

Sementara itu, pada pertengahan April lalu, kompetisi selancar Margaret River Pro yang diadakan di barat daya Australia Barat, terpaksa dibatalkan oleh penyelenggara karena masalah keamanan, di mana terjadi dua serangan hiu di dekat Gracetown. 

Lomba itu ditangguhkan karena kondisi yang buruk, tetapi dalam pernyataannya, CEO World Surf League (WSL) Sophie Goldschmidt mengatakan, acara itu tidak dapat dilanjutkan karena adanya laporan keberadaan hiu ganas yang mengancam keselamatan peselancar.

Margaret River terletak sekitar 270 kilometer dari ibukota Australia Barat, Perth.

"WSL menempatkan jaminan tertinggi pada keamanan," kata Goldschmidt dalam sebuah pernyataan.

"Ini tidak bisa hanya omongan, dan itu tidak bisa dikompromikan."

Langkah ini dilakukan setelah dua peselancar top dunia mengatakan mereka tidak merasa aman berkompetisi di wilayah Margaret River setelah serangan itu.

Peselancar Brasil Gabriel Medina dan Italo Ferreira bicara di media sosial untuk menyuarakan keprihatinan mereka, dengan Medina mengatakan apa pun bisa terjadi kapan saja dan Ferreira menyebutnya "sangat berbahaya".

Artikel Asli
Sumber: Liputan6.com