Curhat Sedih Dokter Rawat Pasien Virus Corona, Tiap Hari Ketakutan Khawatir Tertular

 Curhat Sedih Dokter Rawat Pasien Virus Corona, Tiap Hari Ketakutan Khawatir Tertular

Sebagai seseorang yang berhadapan langsung dengan pasien, mereka justru menjadi pihak yang paling rentan tertular virus ini.

Merebaknya virus Corona Covid-19 di Indonesia tentunya sangat berdampak bagi tenaga medis yang menjadi garda terdepan negara dalam menangani wabah ini.

Para tenaga medis inilah yang rela bekerja siang dan malam, menutup kesempatan berkumpul bersama keluarga di rumah demi berjibaku menangani pasien Covid-19.

Sebagai seseorang yang berhadapan langsung dengan pasien, mereka justru menjadi pihak yang paling rentan tertular virus ini.

Tak heran, jika para dokter dan perawat juga menyimpan kekhawatiran tersendiri. Belum lama ini viral sebuah curhatan seorang dokter di Lampung yang turut menangani pasien Covid-19. Berikut ulasannya:

Curhatan Dokter

Loading...

Instagram/@aigozali06 2020 Merdeka.com

Dokter Ai Gozali MD, merupakan seorang dokter spesialis Paru dan Pernapasan di Lampung. Unggahannya mendadak ramai diperbincangkan masyarakat saat ia menuliskan sebuah curhatan saat dirinya harus berhadapan langsung dengan pasien-pasien baik PDP (Pasie Dalam Pengawasan) maupun suspek Corona.

"Betul ga usah panik tapi bohong aja kalau ga ada rasa takut terutama di kami para staf medis. Gw sebagai salah satu garda terdepan yang ngehadepin covid-19 (dengan udah ada kasus positif di Lampung)," tulisnya.

Tetap Merasa Ketakutan

Dalam unggahannya tersebut, Ai Gozali mengatakan jika dirinya sebenarnya menyimpan rasa ketakutan dan kekhawatiran setiap hari. Hal tersebut sangatlah wajar, karena merekalah para tenaga medis adalah pihak yang paling rentan tertular.

"Yang sedikit gue rasain, tiap pagi gw ketakutan ngebayangin pasien apa yang bakal gw temuin hari ini. Gimana kalau gw ketularan," tulis Ai Gozali

Takut Menjadi Carrier (Pembawa)

Ai Gozali juga menuliskan ke-khawatirannya jika ia bisa saja menjadi carrier yang bisa menularkan keluarganya di rumah terlebih istrinya yang sedang mengandung.

"Gimana kalau gw ga ketularan tapi gw jadi karier padahal istri gw lagi hamil di rumah dan kami sedang menantikan anak kami lahir di tengah pandemi ini," ungkapnya.

Takut dan Khawatir

Saking khawatirnya, Ai mengatakan jika dirinya sudah tidak bisa menghitung berapa kali ia mencuci tangannya dalam satu jam demi mencegah virus tersebut menempel.

"Kalau kalian pikir kalian tau apa yang kami rasakan, percayalah kalian ga akan tau.

Sama seperti waktu gw liat video2 staf medis di Wuhan overwhelmed sama keadaan ini, gw pikir gw udah cukup tau perasaan takut mereka. Sampai gw ngerasain sendiri," tulisnya.

Masih banyak Pasien Berdatangan

Sejak postingan tersebut diunggah, Ai mengatakan masih banyak pasien berdatangan untuk melakukan check-up dengan riwayat perjalanan dari luar kota.

Meminta Bantuan Seluruh Masyarakat Indonesia

Untuk membantu tugas para medis serta memutus rantai penyebaran virus ini, Ai Gozali meminta kerjasama masyarakat Indonesia untuk tetap diam dirumah dan melakukan social distancing seperti apa yang dianjurkan oleh pemerintah.

"Gw bilang gini bukan untuk nakutin, tapi untuk minta bantuan. Dari hati gw yang paling dalam gw bener2 minta bantuan."

Kalian ga perlu merasakan yang kami rasakan tapi tolong bantu kami. Tolong

Doa Netizen

Unggahan dokter Ai Gozali tersebut sontak mendapat banyak respon dari warganet. Banyak yang mendoakan keselamatan dan kesehatan para tenaga medis di seluruh Indonesia untuk perjuangannya.

"Semangat pak, sehat selalu.. Semoga Allah melindungi bapak dan tenaga medis yg di garda terdepan.. Aamiin," kata @putsun_96.

"Sehat selalu dok, allah selalu bersama kalian para pahlawan kemanusiaan. Semoga corona ini cepat berakhir. Aamiin," tulis @gumbirafamily.

"Manusiawi kl msh punya rasa takut, tp serahkan saja sama Sang pemberi bismillah aja pasrah dan jalani aja dgn twtap berdoa sll istighfar aja amiin," @mamachy22.

"Smoga di berikan kesehatan dalam menjalankan tugas, smngat pahlawan bangsa

Update Data Pasien Positif Corona

Liputan6.com/Faizal Fanani

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menyampaikan perbaikan data kasus positif yang tercatat Selasa (24/3) adalah 685 kasus, bukan 686. Pada Rabu (25/3), ada penambahan kasus positif Corona sebanyak 105 kasus. Sehingga total menjadi 790 kasus.

Untuk kasus pasien sembuh bertambah satu orang menjadi 31 orang. Sementara untuk kasus kematian setelah diverifikasi ulang, data pada kemarin adalah 55 orang. Hari ini bertambah tiga kasus mejadi total 58 kasus.

Artikel Asli
Sumber: Merdeka.com

Loading...