Jokowi Sempat Bertemu Purnomo, Istana Pastikan Protokol Kesehatan Sudah Ketat

 Jokowi Sempat Bertemu Purnomo, Istana Pastikan Protokol Kesehatan Sudah Ketat

Sejak awal virus corona masuk Indonesia, protokol kesehatan istana sudah ketat.

Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo sempat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum dikabarkan positif Covid-19. Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono menegaskan, bahwa istana sudah ketat menerapkan protokol kesehatan.

"Pengetatan kami sudah maksimal ya. sebelum ada kejadian (Purnomo positif Covid-19) ini," kata Heru di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (24/7).

Heru menuturkan, sejak awal virus corona masuk Indonesia, protokol kesehatan istana sudah ketat. Dia mencontohkan sterilisasi ruangan yang setiap hari digunakan Presiden untuk bekerja atau bertemu dengan masyarakat dan pejabat. Sterilisasi dilakukan menggunakan ultra violet.

"Dan itu 3 jam sebelum dilakukan. Jadi misalnya Bapak Presiden akan bekerja hari-hari di istana negara, berarti jam 06.00 WIB pagi kami lakukan sterilisasi dan orang tidak boleh masuk," kata Heru.

Loading...

"Saya rasa sudah ketat, sudah maksimum, dan tentunya kami berdoa semoga semuanya tidak tertular dan untuk pak wakil Wali Kota Solo kami berdoa semoga semuanya tetap sehat dan bisa melalui ini dengan baik," sambungnya.

Selain itu, orang-orang dekat atau yang melayani Presiden seperti bagian masak atau Paspampres diganti setiap dua bulan sekali. Tiap pergantian orang dilakukan swab test.

"Misalnya, besok ada jadwal pergantian dua bulan, berarti malam ini yang baru sudah kami lakukan swab. Masuk, dan dia bekerja tidak boleh berinteraksi dengan yang lainnya sampai dengan dua bulan berikutnya," ucapnya.

Keluarga Presiden, kata Heru, juga dilakukan test kesehatan secara rutin. "Ibu negara dengan bapak presiden dan keluarga sama perlakuannya. kami lakukan test kesehatan dengan rutin," ucapnya.

Heru menambahkan, dengan kejadian Purnomo positif corona, Presiden tidak mengurangi intensitas kerja. Tetapi, jumlah orang yang akan menemui kepala negara kemungkinan akan dikurangi.

"Contohnya setiap bertemu dengan warga. Tadi sore misalnya jam 15.00 WIB di Bogor ada 30 (orang), mungkin akan kami pikirkan kami kurangkan jadi 20, dengan jarak yang mungkin agak lebih jauh lagi," terang Heru.

Purnomo Positif Covid-19

Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo positif terjangkit Covid-19 berdasarkan hasil tes usap yang diikutinya pada Sabtu (18/7). Purnomo pun menjalani isolasi mandiri.

"Iya positif, saat ini beliau sedang menjalani isolasi mandiri," kata Kepala Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani di Solo, Jumat (24/7).

Ia mengatakan usai mengikuti tes usap sendiri, Purnomo sempat mengikuti rapat paripurna. Bahkan, pada Kamis (16/7) Purnomo memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Oleh karena itu, nantinya akan ada tes usap hasil penelusuran kontak erat Purnomo.

"Hasilnya (tes usap Purnomo) keluar kalau tidak hari Rabu, Kamis. Namun sejak kemarin beliau sudah diminta istirahat, ini tadi juga tidak ikut mider projo," katanya.

Dia mengatakan penelusuran tidak dilakukan kepada semua yang berinteraksi dengan Purnomo. Namun hanya yang berkontak dekat dan erat.

Sementara itu, saat dihubungi Purnomo enggan menjelaskan statusnya. Ia meminta agar kondisinya langsung ditanyakan ke Dinas Kesehatan. Meski demikian, akunya, hingga saat ini tidak ada keluhan yang dirasakan.

Ia mengatakan sudah mengikuti tes usap sebanyak dua kali, yaitu pada hari Jumat dan Sabtu minggu lalu. Ia mengatakan pada tes usap pertama hasilnya negatif.

"Kalau yang kedua hasilnya tendensi positif, jadi belum bisa disimpulkan," katanya.

Artikel Asli
Sumber: Merdeka.com

Loading...