Aipda Anton Mawardi.S.Kep, Anggota PS Paur Kes Polres 50 Kota Bikin Inovasi Kompor Berbahan Bakar Oli

Aipda Anton Mawardi.S.Kep, Anggota PS Paur Kes Polres 50 Kota Bikin Inovasi Kompor Berbahan Bakar Oli

50KOTA - Aipda Anton Mawardi,S.Kep, anggota satuan PS Paur Kes Polres Kabupaten 50 Kota punya cara kreatif untuk menghemat biaya produksi usaha pengering pinang (Oven) miliknya sendiri. Aipda Anton Mawardi,S.Kep membuat modifikasi kompor berbahan bakar oli bekas, dari hasil eksperimen dirinya sendiri.

Loading...

"Hanya berbahan bakar oli bekas, kompor ini sudah bisa digunakan," ujar Anton saat dihubungi melalui via seluler, Senin, (13/9/21).

Ide membuat kompor berbahan bakar limbah oli bermula saat melihat ada oli bekas yang tidak digunakan di rumahnya. Dia kemudian mencoba membakarnya."Coba dibakar, bisa menyala tapi asapnya hitam. Kemudian ada kipas angin, kok apinya bisa kuning," kata dia.

Melihat nyala api bisa berwarna kuning setelah diberi kipas angin, Aipda Anton Mawardi,S.Kep lantas membayangkan bisa digunakan sebagai bahan bakar kompor yang lebih hemat untuk usaha pengering pinang miliknya. Apalagi, limbah oli bekas, biasanya hanya ditimbun dan tidak dimanfaatkan.

Dia lantas mencoba membuat kerangka kompor berbahan besi pipa dengan ujung tungku pembakaran.

Besi bagian atas digunakan untuk mengalirkan oli bekas, minyak goreng bekas atau solar, sementara besi bagian bawah dia gunakan untuk mengalirkan angin menggunakan blower.

Aipda Anton Mawardi, menggunakan spuyer sebagai pengatur besaran bahan bakar yang keluar ke tungku.

"Fungsi blower biar api besar, dan asapnya keluar. Dan harus seimbang antara keluarnya angin dengan oli. Kalau kebesaran api bisa mati, kalau oli kebanyakan nanti hanya keluar asap," tambahnya.

Sebelum menggunakan, Aipda Anton Mawardi, masih butuh memanaskan bagian tungu dengan bahan bakar lain seperti kertas dan kayu untuk memantik terbakarnya oli.

"Setelah tungku panas langsung beres, bisa dipakai. Tapi pengennya bisa dipebaiki lagi biar lebih maksimal kayak kompor lainnya. Mungkin nanti butuh elemen pemanas dari listrik biar siap pakai," katanya.

Dengan temuan barunya, Aipda Anton Mawardi, bisa menghemat biaya bahan bakar hingga 60 persen bila dibandingkan dengan elpigi.

Satu liter oli bekas, kata Anton , mampu bertahan untuk mengeringkan pinang hingga 8 Jam. Sementara harga oli bekas per liter hanya dikisaran Rp 1.000.

Lebih lanjut, Kreasinya ini memang bukan sama sekali baru. Namun, inovasi ini diyakini ramah lingkungan, dan Para petani pinang lebih tertolong dalam hal masalah faktor cuaca.,''Tutupnya singkat.

 

Penulis: rio

Loading...