Andik Vermansah, Andrea Pirlo, dan Angka 21

Andik Vermansah, Andrea Pirlo, dan Angka 21

Pemain Indonesia Andik Vermansyah (merah) mencoba melewati hadangan pemain Kamboja, Rabu (4/10/2017). (BolaSport.com/Fernando Randy)

KOMPAS.com - Buat pencinta sepak bola, ketika kita menyebut angka 21, nama yang akan langsung dibayangkan adalah Andrea Pirlo, mantan gelandang elegan asal Italia. Kini, di Piala AFF 2018, nomor tersebut akan tertera di pemain Timnas Indonesia, Andik Vermansah. 

Popularitas pesepak bola merupakan buah dari prestasi dan kemampuan luar biasa yang dimilikinya.  Selain prestasi si pemain, publik juga akan mengingat nomor punggung idolanya.

Awalnya, nomor di bagian belakang kostum berfungsi untuk membedakan pemain saat berada di lapangan. Namun, dalam perkembangannya, nomor punggung bukan hanya sekadar angka, terkadang disakralkan.

Persela Lamongan contohnya. Klub berjulukan Laskar Joko Tingkir itu memesiunkan nomor punggung satu menyusul meninggalnya kiper Choirul Huda pada 15 Oktober 2017.

Nomor tersebut dipensiunkan sebagai bentuk perhormatan manajemen Persela atas loyalitas Choirul Huda.

Nomor punggung lazim menjadi merek dagang, seperti Cristiano Ronaldo dengan CR7-nya. Dengan CR7, bintang Juventus tersebut mengembangkan bisnis fashion dan properti.

Pemain juga terkadang memilih nomor punggung untuk mengenang momen indah dalam hidupnya. Hal tersebut dilakukan Andrea Pirlo.

Pemain asal Italia tersebut identik dengan nomor punggung 21. Pirlo selalu mengenakan angka tersebut saat membela klub atau tim nasional.

Dalam autobiografinya pada 2013, Pirlo menjelaskan bahwa angka 21 adalah nomor favoritnya.

Joe Hart (kiri) dan Andrea Pirlo berduel dalam adu penalti saat Inggris melawan Italia pada perempat final Piala Eropa 2012 di Stadion Olympic, Kiev. (FILIPPO MONTEFORTE/AFP)   Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul
Joe Hart (kiri) dan Andrea Pirlo berduel dalam adu penalti saat Inggris melawan Italia pada perempat final Piala Eropa 2012 di Stadion Olympic, Kiev. (FILIPPO MONTEFORTE/AFP)

"Ayah saya lahir tanggal 21. Angka tersebut juga tanggal pernikahan saya dan tanggal debut saya di Serie-A," kata Pirlo.

"Saya selalu mengenakan nomor itu sejak awal dan saya tidak pernah menggantinya," ujarnya menambahkan.

Angka 21 juga menjadi nomor istimewa bagi perjalanan karier Andik Vermansah bersama timnas Indonesia saat berlaga di Piala AFF 2018 mulai 8 November.

"Orang terdekat ingin saya tetap pakai 21. Sahabat-sahabat saya yang minta. Selain itu, saya sudah lama memakai nomor 21," kata Andik kepada Kompas.com, Kamis (8/11/2018).

Andik memang identik dengan angka 21 saat memperkuat tim nasional. "Perkawinan" Andik dengan nomor 21 berasal dari ketidaksengajaan.

"Saya sempat minta nomor 10 pada SEA Games 2011. Namun, angka tersebut dipakai Okto (Oktovianus Maniani). Ya saya mengalah saja," tutur Andik mengenangnya.

"Saat itu, tersisa hanya 2 nomor. Jadi saya pilih angka 21, yang satu lagi lupa nomor berapa," ucap dia.

Andik pun menyatakan kesetiaannya dengan nomor punggungnya tersebut. "Insya Allah tetap pakai nomor ini," tutur Andik.

Nomor 21 menjadi saksi bisu di balik penampilan gemilang Andik Vermansah di lapangan. Bahkan, David Beckham sempat mengakui kehebatannya.

Beckham harus melanggar keras Andik saat LA Galaxy melawan Tim Indonesia Selection di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 30 November 2011.

David Beckham (kanan) dan Andik Vermansah saat melakoni laga persahabatan antara LA Galaxy versus Timnas Indonesia Selection yang berakhir 1-0, Rabu (30/11/2011) malam, di Stadion Gelora Bung Karno.(Kompas.com)   Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul
David Beckham (kanan) dan Andik Vermansah saat melakoni laga persahabatan antara LA Galaxy versus Timnas Indonesia Selection yang berakhir 1-0, Rabu (30/11/2011) malam, di Stadion Gelora Bung Karno.(Kompas.com)

"Dia sangat cepat dan berbakat. Saya juga tidak enak kepadanya karena sempat bermain kasar," kata mantan pemain Manchester United ini sesuai pertandingan.

Kini, Andik diharapkan bisa menjadi salah satu pemain penting yang membawa Indonesia menjadi juara Piala AFF 2018. Pada fase grup, Indonesia bersaing dengan Thailand, Singapura, Timor Leste, dan Filipina.

Indonesia akan mengawali perjalanan di Piala AFF 2018 dengan bertandang ke markas Singapura pada 9 November. Andik pun mewaspadai lawan pertama itu. 

"Singapura itu tim yang kompak dan kuat meskipun terlihat jarang ada bibit pemain. Kelebihan mereka kekompakan," tutur Andik.

Andik sebetulnya pemain terakhir yang dipanggil oleh pelatih Bima Sakti untuk mengikuti pemusatan latihan. Pemain asal Jawa Timur tersebut mendapatkan "berkah" dari pencoretan Saddil Ramdani yang terbelit kasus kekerasan.

Andik tentu berharap kali ini bisa berjodoh dengan timnas untuk mempersembahkan gelar juara, sama seperti perkawinannya dengan angka 21 yang membawa keberuntungan.

Penulis: Ferril Dennys Editor: Jalu Wisnu Wirajati

Artikel Asli
Sumber: Kompas.com