Barcelona Vs Liverpool, 3 Tanda The Reds Lolos ke Final Liga Champions

Barcelona Vs Liverpool, 3 Tanda The Reds Lolos ke Final Liga Champions

Trent Alexander Arnold bersama Trio Firmansah - Roberto Firmino, Sadio Mane, Mohamed Salah - merayakan gol pada laga FC Porto vs Liverpool dalam perempat final Liga Champions di Stadion Do Dragao, 17 April 2019.

KOMPAS.com - Sejarah terbukti bersahabat bagi Liverpool di Liga Champions apabila The Reds berhasil mengalahkan wakil Portugal.

Setelah menumbangkan perlawanan FC Porto 4-1 pada Kamis (18/4/2019) dini hari WIB, para fans Liverpool pun boleh berharap fakta histori berulang kembali.

Terkini, Liverpool menyudahi perlawanan FC Porto dengan agregat 6-1 setelah mencatatkan kemenangan 4-1 di Estadio Dragao yang menyusul hasil 2-0 di Stadion Anfield pekan sebelumnya.

Gol-gol dari Sadio Mane, Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Virgil van Dijk memastikan Liverpool membawa kemenangan keempat dari 12 kunjungan terakhir ke Portugal.

Pada tiga lawatan terakhir Liverpool mengalahkan lawan dari Portugal, The Reds lolos ke final.

Kejadian ini datang pada 1978, 1984, dan musim lalu.

Pada 1977-78, Liverpool menang 2-1 kala bertandang ke Benfica pada laga leg pertama perempat final Piala Champions. 

The Reds melengkapi dominasi mereka atas Benfica dengan kemenangan 4-1 di Anfield pada leg kedua berkat gol-gol dari para pemain yang kini jadi legenda tim, Kenny Dalglish, Terry McDermott, Phil Neal, dan Ian Callaghan.

Liverpool lalu ke semifinal dan mengalahkan Borussia Moenchengladbach 4-2 sebelum bersua Club Brugge di final.

Pada laga pamungkas di Stadion Wembley, The Reds menang berkat gol tunggal Kenny Dalglish.

Liverpool menemui lawan sama di Piala Champions 1983-1984. Kali ini, The Reds berbalik menang 4-1 di kandang Benfica setelah hanya menang 1-0 di Anfield.

Ian Rush cs mengatasi perlawanan Dinamo Bucuresti di semifinal sebelum menang adu penalti kontra Roma di adu final.

Partai di Estadio Olimpico ini terkenal dengan aksi "kaki spageti" kiper Liverpool, Bruce Grobbelaar, yang menyebabkan dua pemain Roma, Bruno Conti, dan Francesco Graziani, gagal menuntaskan tendangan mereka.

Musim lalu, Liverpool bertandang ke Porto pada babak 16 besar dan menorehkan kemenangan agregat komprehensif 5-0.

Mohamed Salah cs lalu melaju ke final walau harus mengakui keunggulan 3-1 Real Madrid di partai puncak.

Jika mengikuti pola sejarah sama, Liverpool tampak ditakdirkan untuk kembali ke partai pemuncak Liga Champions.

Namun, Liverpool harus menghadapi Barcelona di semifinal terlebih dulu sebelum memikirkan partai akhir di Wanda Metropolitano, Madrid, pada 1 Juni 2019.

Catatan sejarah lain yang juga berpihak kepada The Reds adalah fakta bahwa Liverpool tak pernah kalah di Camp Nou.

Padahal Barcelona punya catatan kandang mentereng kontra klub-klub Inggris di mana mereka memenangi 21 laga, seri 11, dan hanya kalah 2 kali.

Terakhir, Barca menyudahi perlawanan Manchester United dengan skor 3-0.

Salah satu kekalahan Barca dari tim Inggris di kandang sendri datang di tangan Liverpool saat mereka menang 2-1 di Camp Nou berkat gol Craig Bellamy dan John Arne Riise pada babak 16 besar Liga Champions 2006-2007.

Pertandingan itu terkenal oleh perayaan ayunan golf Bellamy sebagai jawaban sang penyerang atas rumor ia bersiteru dan memukul Riise dengan tongkat golf.

Penulis: Firzie A. Idris

Editor: Ferril Dennys

Artikel Asli
Sumber: Kompas.com