Bukan Generasi Micin! Walau dari Desa, Pemuda Ini Bakal Jadi Pembicara di Konferensi Kelas Dunia

Bukan Generasi Micin! Walau dari Desa, Pemuda Ini Bakal Jadi Pembicara di Konferensi Kelas Dunia

Source : https://news.detik.com/berita/4379035/kenalkan-supriadi-anak-desa-sulsel-yang-akan-bicara-di-forum-dunia

Indonesia kembali berbangga karena memiliki pemuda yang berprestasi seperti sosok Supriyadi ini. Supriyadi adalah seorang pemuda yang masih berusia cukup belia. Walaupun masih berusia 19 tahun ia berhasil lolos menjadi seorang pembicara di forum kelas dunia.

Pemuda yang tinggal di Desa Sambueja Kecamatan Simbang Kabupaten Maros provinsi Sulawesi Selatan ini akan mengikuti forum internasional bergengsi, yang sering disebut dengan istilah ILMUN (International Leader Model United Nations).

Di sana, Supriyadi akan berbicara mengenai disruption antara China dan Amerika dari sisi diplomatik serta ekonomi.

1 - Sekilas Mengenai International Leaders Model United Nations

Sekilas Mengenai International Leaders Model United Nations
Foto via imuna.org

Model United Nation adalah suatu lembaga internasional yang bergerak di bidang akademis. Di dalam lembaga ini semua pemuda dari berbagai negara yang lolos seleksi akan dikumpulkan dan diajak untuk belajar mengenai diplomasi, hubungan internasional, kepemimpinan dan kerjasama.

Seleksi MUN tergolong cukup ketat. Tidak semua pemuda bisa mengikuti konferensi bergengsi ini. Pemuda yang menjadi pembicara di konferensi ini juga dituntut untuk bisa public speaking dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi.

MUN memilih siswa siswi dari SMA hingga mahasiswa dari berbagai universitas untuk menjadi International Leader di dalam forum tersebut.

2 - Perjuangan Supriyadi Sampai Menjadi International Leaders di MUN

Perjuangan Supriyadi Sampai Menjadi International Leaders di MUN
Foto via detik.com

Tentu saja perjuangan Supriyadi pemuda dari desa yang lolos mengikuti ajang bergengsi ini tidaklah mudah. Ia harus menulis essay dalam bahasa Inggris yang berjudul, "Platform To Handling Local Humanity Issue". Tentunya menulis essay dengan tema seperti itu bukanlah hal gampang.

Supriyadi pun mempersiapkan essay yang membahas mengenai nilai-nilai kepedulian dan rasa kemanusiaan bagi anak muda yang berada di kampungnya. Ia merasa anak muda jaman sekarang terlalu sibuk dengan sosila media hingga lupa menghargai nilai-nilai antar sesama manusia.

3 - Supriyadi Sempat Terkendala Biaya untuk Mengikiti Konferensi Ini

Supriyadi Sempat Terkendala Biaya untuk Mengikiti Konferensi Ini
Foto via detik.com

Mungkin prestasi Supriyadi tergolong sangat luar biasa. Tetapi sayang sekali ia sempat mengeluh karena biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti konferensi internasional ini tidaklah mudah. Supriyadi harus mengeluarkan biaya sendiri untuk ongkos transportasi dan lain sebagainya. Ia pun juga masih sibuk mencari sponsor agar segera bisa berangkat ke Thailand untuk mewakili Indonesia.

Semoga kisah Supriyadi di atas bisa memberikan inspirasi kepada kita semua. Bahwasanya anak yang tinggal di desa dengan segala kekurangannya saja bisa lolos untuk mengikuti konferensi beergengsi ini.

Supriyadi juga membuktikan bahwa memiliki mimpi besar bisa diwujudkan jika kita mempunyai usaha keras dan kegigihan. Dan semoga pemerintah juga bisa membantu biaya administrasi agar ia bisa membawa nama baik Indonesia di ajang bergengsi kelas dunia.

Artikel Asli
Sumber: Keepo.me