Bupati Madiun Carikan Pekerjaan Pengungsi yang Tak Kembali ke Wamena

Bupati Madiun Carikan Pekerjaan Pengungsi yang Tak Kembali ke Wamena

Bupati Madiun, Ahmad Dawami berbincang dengan enam pengungsi Wamena asal Kabupaten Madiun yang pulang menumpang pesawat domestik turun di Bandara Juanda Surabaya. Enam pengungsi dijemput di Bandara Juanda oleh tim Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Rabu ( 9/1

MADIUN, KOMPAS.com - Bupati Madiun, Ahmad Dawami menyatakan, akan mencarikan pekerjaan bagi pengungsi asal Madiun yang tidak kembali ke Wamena.

Total warga Kabupaten Madiun yang sudah kembali ke kampung halamannya mencapai 19 orang. 

"Nanti kami pantau terus setelah para pengungsi dari Wamena kembali ke kampung halamannya masing-masing. Kalau pengungsi yang ingin tetap tinggal di sini maka kami upayakan memberikan pekerjaan," kata Ahmad Dawami yang biasa akrab disapa Kaji Mbing, disela-sela menerima enam pengungsi Wamena di Pendopo Muda Graha, Rabu (9/10/2019) malam. 

Enam orang pengungsi terdiri dua orang perempuan, tiga anak laki-laki dan satu anak perempuan keluar dari Wamena melalui Jayapura.

Loading...

Baca juga: Ridwan Kamil Jamu Makan Malam Warga Jabar Korban Kerusuhan Wamena

 

Enam warga Jiwan, Kecamatan Jiwan, itu pulang ke Jawa Timur menumpang pesawat domestik dan mendarat di Bandara Juanda.

Setelah tiba di Bandara Juanda, enam pengungsi dijemput tim Dinas Sosial Kabupaten Madiun menggunakan dua minibus. Mereka tiba di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun sekitar pukul 22.00 WIB.

Tak hanya mencarikan pekerjaan, kata Kaji Mbing, Pemkab Madiun juga akan membantu pemulihan psikis masing-masing pengungsi bila mengalami traumatik.

Dengan demikian, warga asli Kabupaten Madiun yang mengungsi dari Wamena tidak terus larut dalam kedukaan. 

Ia mencontohkan, satu pengungsi Wamena asal Kecamatan Pilangkenceng yang kembali ke kampung halamannya kondisi psikisnya sudah normal.

Untuk membantu pemulihan kejiwaan para pengungsi, ia menugaskan petugas dinas sosial, camat dan kepala desa mendatangi rumah para pengungsi. 

Tentang jumlah warga Kabupaten Madiun yang masih berada di Wamena, Kaji Mbing memerintahkan seluruh kepala desa untuk mendata warganya yang masih tinggal di Wamena.

Tak hanya itu, kepala desa juga diminta berkomunikasi dengan warganya yang masih tinggal di Wamena untuk membantu bila akan kembali ke kampung halaman. 

Diberitakan sebelumnya, Bupati Madiun, Ahmad Dawami memulangkan delapan pengungsi Wamena yang turun di Lanud Iswahjudi, hingga ke kampung halamannya, Kamis (3/10/2019) sore.

Pantuan Kompas.com, setelah dijemput langsung oleh Bupati Madiun di Lanud Iswahjudi Magetan, delapan pengungsi Wamena terdiri enam warga dari Kabupaten Sampang, satu warga Kabupaten Nganjuk dan satu warga dari Kabupaten Kediri, diajak ke rumah jabatan bupati di Pendopo Muda Graha. 

Baca juga: Cerita Pengungsi Kerusuhan Wamena: Hasan Bersembunyi di Plafon, Maria Keguguran karena Lari

Selain diberikan makanan dan minuman, Bupati Madiun juga menurunkan tim dokter dari RSUD Dolopo yang dipimpin langsung oleh pucuk pimpinanya, dr Purnomo Hadi.

Delapan pengungsi dicek kondisi kesehatan dengan pengetesan tensi darah hingga detak jantung. 

Tak hanya diperiksa kesehatannya, delapan pengungsi Wamena itu juga dibekali obat-obatan dan vitamin.

Selain itu, para pengungsi juga mendapatkan selimut, tikar dari Dinas Sosial Kabupaten Madiun.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang biasa akrab disapa Kaji Mbing kepada wartawan disela-sela menerima pengungsi mengatakan, Pemkab Madiun tetap mengurus kepulangan mereka meski kedelapan warga itu bukan asli Kabupaten Madiun.

Penulis: Kontributor Solo, Muhlis Al AlawiEditor: Robertus Belarminus

Artikel Asli
Sumber: Kompas.com

Loading...