Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun, Ahmad Dawami  bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Sugiharto memberikan bantuan kepada tujuh pengungsi Wamena asal di Pendopo Muda Graha, Kamis (17/10/2019) malam.

MADIUN, KOMPAS.com — Bupati Madiun Ahmad Dawami yang akrab disapa Kaji Mbing menjamin keberlangsungan pendidikan anak-anak pengungsi Wamena yang kembali ke Kabupaten Madiun.

Setibanya di Kabupaten Madiun, anak-anak para pengungsi langsung dicarikan sekolah terdekat di halamannya agar tidak putus pendidikanya.

Hal ini disampaikan Bupati Kaji Mbing kepada Kompas.com, usai menerima sembilan pengungsi Wamena di Pendopo Muda Graha, Kamis ( 17/10/2019) malam.

 

Loading...

"Kami Pemkab Madiun menjamin anak-anak pengungsi Wamena asal Kabupaten Madiun yang kembali ke kampung halamannya tidak putus sekolah," ujarnya. 

"Mereka akan dicarikan sekolah yang terdekat tempat mengungsi." 

*Baca juga: Bikin Paspor di Madiun Tanpa Calo dan Tak Perlu Bolak-balik, Ini Caranya *

Jamin kehidupan pengungsi sampai dapat pekerjaan

Malam itu, sembilan pengungsi Wamena terdiri tujuh warga Ngawi, satu warga Mojokerto dan satu warga Kabupaten Madiun tiba di Pendopo Muda Graha.

Kesembilan pengungsi itu dijemput tim Dinsos Sosial dari Pelabuhan Perak Surabaya setelah menumpang kapal dari Papua. 

Tidak hanya menjamin keberlangsungan pendidikan anak-anak pengungsi Wamena, Pemkab Madiun juga menjamin keberlangsungan hidup para pengungsi selama belum memiliki pekerjaan.

Untuk itu Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Diperdakop diperintah memperhatikan keberlangsungan para pengungsi sampai kembali kepada kehidupan yang layak. 

Kepada pengungsi Wamena yang pulang ke kampung halaman, Bupati Kaji Mbing meminta untuk warga mengikhlaskan semuanya.

Dengan demikian, para pengungsi akan mendapatkan tempat yang terbaik.

"Percuma kalau di sini masih menyimpan dendam tidak ada gunanya," kata Kaji Mbing.

Baca juga: Cara Bupati Madiun Hilangkan Trauma Anak-Anak Pengungsi Wamena

 

Pengungsi dari daerah lain ikut dipulangkan

Ditanya Pemkab Madiun mau memulangkan pengungsi Wamena yang bukan dari Kabupaten Madiun, Kaji Mbing mengatakan pemulangan pengungsi menjadi misi kemanusiaan.

Untuk itu, Pemkab Madiun tidak melihat asal usul pengungsi Wamena yang hendak pulang ke kampung halamannya. 

Ia menceritakan saat menjemput pengungsi Wamena di pelabuhan Perak Surabaya, beberapa pengungsi bukan dari Kabupaten Madiun meminta ikut dipulangkan.

Untuk itu, pengungsi bukan dari Kabupaten Madiun tetap ikut menumpang kendaraan yang disediakan Dinas Sosial.

Setibanya di Madiun, pengungsi yang bukan berasal dari Kabupaten Madiun dijemput perwakilan pemerintah daerah masing-masing. 

Ia mencontohkan pengungsi Wamena dari Ponorogo,, Ngawi hingga Sampang pernah ikut menumpang kendaraan Pemkab Madiun.

Setibanya di Madiun, para pengungsi dijemput tim Dinas Sosial asal masing-masing pengungsi. 

Baca juga: Bupati Madiun Carikan Pekerjaan Pengungsi yang Tak Kembali ke Wamena

 

Dicarikan pekerjaan

Hingga saat ini total jumlah pengungsi Wamena asal Kabupaten Madiun yang pulang ke kampung halaman mencapai belasan orang.

Jumlah itu akan terus bertambah lantaran masih banyak warga asli Kabupaten Madiun yang pulang dari  Wamena.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Madiun, Ahmad Dawami atau Kaji Mbing menyatakan, akan mencarikan pekerjaan bagi pengungsi asal Madiun yang tidak kembali ke Wamena.

Total warga Kabupaten Madiun yang sudah kembali ke kampung halamannya mencapai 19 orang. 

"Nanti kami pantau terus setelah para pengungsi dari Wamena kembali ke kampung halamannya masing-masing," katanya, Rabu (9/10/2019) malam.

"Kalau pengungsi yang ingin tetap tinggal di sini maka kami upayakan memberikan pekerjaan." 

Baca juga: Bupati Madiun Pulangkan 8 Pengungsi Wamena asal Jatim hingga Kampung Halaman

Penulis: Kontributor Solo, Muhlis Al AlawiEditor: Aprillia Ika

Artikel Asli
Sumber: Kompas.com

Loading...