Dua Orang Pulang ke Bali, Dinkes Imbau Tak Waswas Corona

Dua Orang Pulang ke Bali, Dinkes Imbau Tak Waswas Corona

Dinas Kesehatan Provinsi Bali sedang mempersiapkan rencana pemulangan dua orang yang telah dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau, untuk mencegah penyebaran virus corona. Masyarakat pun diimbau tidak perlu waswas terhadap dua orang yang kembali pulang ke Bali.

"Iya benar, kami sedang siapkan (pemulangan warga Bali dari China). Yang kami tekankan adalah orang-orang agar tidak takut menerima," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya, Jumat (14/2).

Dari 238 orang yang dievakuasi dari China kemudian dikarantina dan diobservasi 14 hari di Natuna, dua di antaranya adalah warga Bali.

Suarjaya mengatakan dari hasil observasi di Natuna tersebut dipastikan tidak ada yang terjangkit virus corona meski mereka sempat tinggal di Wuhan.

Loading...

"Seperti orang normal biasalah, karena sudah melewati masa inkubasi berarti dia sudah benar-benar bebas," jelas Suarjaya.

Ia masih merahasiakan dari daerah mana dua warga Bali tersebut berasal. Suarjaya hanya diberi informasi sebatas dua dari 238 tersebut berasal dari Bali.

Dinas Kesehatan Minta Warga Bali Jangan Xenofobia

Insert Artikel-Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) Hingga Kamis (13/2), Dinas Kesehatan Provinsi Bali belum berencana melakukan penjemputan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Sebab dua warga Bali ini akan dipulangkan sampai ke rumahnya oleh Kementerian Kesehatan.

"Ya mereka dipulangkan, begitu saja. Ya sudah mereka dipulangkan karena tidak terpapar. Gitu saja kan," katanya.

Suarjaya mengatakan dua warga Bali ini adalah mahasiswa yang tinggal di Wuhan. Terkait kelanjutan pendidikan, ia juga belum memberikan pernyataan.

Ratusan WNI telah menjalani observasi untuk mencegah wabah virus corona usai dievakuasi dari Wuhan, kota di China yang menjadi sumber penyebaran corona. Mereka akan dipulangkan pemerintah ke daerah asal masing-masing pada Sabtu (15/2).

Total ada 285 orang yang diobservasi di Natuna terkait virus corona yang terdiri atas 237 WNI, satu WNA, lima orang dari tim Kementerian Luar Negeri, 18 orang pegawai Batik Air, dan 24 tim penjemput.

"Paling banyak dari Jawa Timur, 68 orang, selebihnya tidak sebanyak itu, seperti Lampung 1 dan lainnya, ada datanya," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (13/2) seperti dilansir Antara.

Artikel Asli
Sumber: CNN Indonesia

Loading...