Fakta Pemilihan Wagub DKI Yang Tetap Digelar di Tengah Wabah Covid-19

Fakta Pemilihan Wagub DKI Yang Tetap Digelar di Tengah Wabah Covid-19

Cawagub DKI Jakarta dari Partai Gerindra Ahmad Riza Patria, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memutuskan untuk tetap menggelar pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Jumat (27/3/2020).

Keputusan tersebut tetap diambil panitia pemilihan (Panlih) walaupun terkesan memaksakan diri karena diselenggarakan di tengah wabah Covid-19.

Namun, salah satu Panlih menjelaskan alasan mengapa pemilihan Wakil Gubernur tetap diselenggarakan.

Baca juga: Bamus DPRD DKI Rapatkan Teknis Pemilihan Wagub Hari Ini

Loading...

Dia juga menjelaskan nantinya anggota yang akan memilih akan melewati pemeriksaan ketat demi menghindari penyebaran wabah Covid-19.

Kompas.com pun merangkum beberapa fakta terkait informasi tersebut.

1. Alasan pemilihan wagub DKI tetap berlangsung

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta sekaligus anggota Panlih, S Andyka mengatakan, saat ini Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membutuhkan sosok wakil dalam mengambil keputusan.

Terlebih lagi di tengah tingginya angka penyebaran Covid-19 di Jakarta.

"Tentunya kita ingin segera mungkin memiliki wakil gubernur yang dapat membantu gubernur dalam penanganan Covid-19 ini. Tentunya ini dapat memperkuat komunikasi dan interaksi dengan pemerintah pusat," ucap Andyka saat dihubungi, Rabu (25/3/2020).

Selain itu, kehadiran wakil gubernur juga dapat menampik pandangan miring masyarakat terhadap beberapa keputusan yang selama ini diambil Anies.

Banyak yang menilai bahwa setiap keputusan Anies selalu berasal dari bisikan-bisikan pihak lain kepada telinga sang Gubernur.

"Gubernur kita sudah lama menjomblo sehingga terkadang sering di-bully terkait kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan yang katanya kebijakan-kebijakan itu bisikan dari TGUPP," ucap Andyka.

"Segala sesuatu yang terkait dengan keputusan yang dikeluarkan gubernur apabila ada wakil gubernur sudah melalui proses dan komunikasi yang baik," tambah dia.

Baca juga: Ini Alasan DPRD Ngotot Gelar Pemilihan Wagub DKI di Tengah Wabah Corona

2. Tamu dan anggota dewan akan diperiksa ketat

Andyka sadar betul Panlih juga harus mengantisipasi penyebaran Covid -19 saat digelarnya pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Maka dari itu, pada tanggal 27 maret nanti anggota dewan yang akan melakukan pemilihan harus melewati beberapa pemeriksaan ketat sebelum masuk ke ruang paripurna.

Andyka mengatakan anggota dewan berserta tamu undangan yang akan datang nanti akan melalui pemeriksaan suhu badan.

"Pertama bahwa yang bisa masuk yang mendapatkan undangan saja. Yang kedua mulai dari lobi sudah dilakukan screening, mulai dari thermo test untuk pengukuran panas, begitu juga dengan thermo gun," kata dia.

Jika ada tamu undangan yang memiliki suhu badan diatas 38 derajat celcius, maka pihak keamanan tidak mengizinkan tamu tersebut masuk.

Setelah itu, tamu yang akan hadir juga akan disemprotkan dengan alat disinfektan yang berbentuk seperti shower di kamar mandi.

"Pada saat masuk ke lobi dan masuk keruang paripurna, kita juga melakukan pengecekan suhu tubuh. Tentunya bersama Dinas Kesehatan. Tamu juga diberikan hand sanitizer. Setelah masuk ruangan, dibagikan juga handglove kepada tamu undangan," jelas dia.

Baca juga: Sebelum Pilih Calon Wagub DKI, Anggota DPRD Diperiksa Suhu Tubuh dan Diberi Sarung Tangan

3. Duduk berjarak di ruang paripurna

Di dalam ruangan, nantinya para anggota dewan dan tamu undangan lain akan duduk dengan berjarak.

Mereka akan dipisahkan dengan pemisah yang terbuat dari plastik. Selain itu, di setiap meja juga dilengkapi dengan hand sanitizer untuk masing-masing anggota Dewan.

Hal tersebut juga diberlakukan untuk awak media yang sedang meliput.

"Untuk media juga kita siapkan di balkon dan jaraknya juga sudah diatur untuk media. Panitia maupun undangan dan dewan juga sudah diatur jaraknya," jelas dia.

Andyka memperkirakan proses pemilihan Wakil Gubernur akan berlangsung selama dua jam.

4. Tamu undangan dibatasi

Andyka mengatakan hanya orang dengan undangan khusus yang bisa hadir dalam pemilihan Wagub nanti. Hal tersebut merupakan salah satu upaya membatasi tamu undangan yang hadir.

Hal tersebut merupakan salah satu bentuk untuk memperkecil penyebaran Covid-19.

Baca juga: Pemilihan Wagub DKI Tetap Digelar di Tengah Penyebaran Corona, Hanya Bisa Dihadiri 200 Orang

Dia memperkirakan hanya sekitar 120 orang yang akan datang di gedung paripurna nanti.

"Undangan dan eksekutif hanya sampai eselon dua. Jadi hanya sampai Wali Kota saja. Kepala Dinas dan kepala bagian tidak kita undang. Jadi sangat sangat terbatas sekali sekitar 120 orang," kata Andyka

Dia berharap pemilihan nanti dapat berjalan dengan lancar dan Gubernur pun bisa mendapatkan wakil yang baik untuk berkolaborasi selama memimpin DKI.

Penulis: Walda MarisonEditor: Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Artikel Asli
Sumber: Kompas.com

Loading...