Gerindra Soal Kursi Menhan: Presiden Jokowi yang Memutuskan

Gerindra Soal Kursi Menhan: Presiden Jokowi yang Memutuskan

Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani mengakui Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyinggung masalah stabilitas keamanan saat berjumpa dengan Presiden Joko Widodo sampai Ketum NasDem Surya Paloh.

Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo menyebut apakah Gerindra mendapatkan kursi menteri pertahanan atau tidak, bakal menunggu keputusan Presiden Joko Widodo. Gerindra tidak ingin seolah mengajari pihak pemenang Pemilu.

"Saya pikir sudah kita sampaikan ke pemerintah memang enggak kita umumkan. Kita juga sekali lagi kita enggak mau GR semua sudah kita sampaikan dan presiden Jokowi yang memutuskan. Kita tidak mau seolah olah mengajari kita sendiri siapa dan hanya partai kelompok yang ingin bersama sama membangun," katanya di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/10) malam.

Gerindra diisukan menawarkan untuk mengisi kursi menteri pertahanan. Namun, beberapa elite Gerindra membantah isu tersebut. Gerindra mengklaim hanya menyodorkan gagasan terkait ketahanan pangan, energi, sumber daya air, serta keamanan dan pertahanan.

Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani mengakui Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyinggung masalah stabilitas keamanan saat berjumpa dengan Presiden Joko Widodo sampai Ketum NasDem Surya Paloh.

Loading...

Dia pun mengakui, Prabowo memperhatikan isu stabilitas nasional belakangan. Namun, Muzani membantah hal tersebut karena Gerindra mengincar kursi menteri pertahanan.

Wakil Ketua MPR itu bilang, stabilitas keamanan adalah jaminan untuk kemajuan ekonomi. "Memang itu prasyarat dari Gerindra adalah stabilitas dan politik dan seterusnya. Karena itu Prabowo mengucapkan ini ketika problem ini menjadi persoalan yg kita hadapi misalnya di Papua. Sehingga Pak Prabowo ingatkan adanya sebuah ancaman atau bahaya di depan kita yang artinya apa? Ekonomi kita akan menjadi sesuatu yang tidak berarti jika tidak ada stabilitas yang terjamin," jelas Muzani di Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/10).

Prabowo, diceritakan Sandiaga Uno, mengungkit cerita Abraham Lincoln dan William Seward. Lincoln, memberikan jabatan ketiga tertinggi di Amerika Serikat kepada rival politiknya yang sangat membenci dirinya, Seward. Ilham cerita itu, kedua tokoh sama-sama mencintai negaranya.

Kisah itu disampaikan Prabowo dalam Rapimnas Gerindra di Hambalang, Rabu (16/10). Tujuannya untuk memberikan pemahaman para kader yang menolak Gerindra berada di lingkaran Istana.

Muzani dan Edhy membantah kisah itu dihubungkan dengan kursi menteri pertahanan. Edhy dan Muzani sama-sama mengilhami kisah itu untuk mengedepankan persatuan.

Lebih tegas, Edhy menjelaskan, sebelum menceritakan kisah tersebut mayoritas kader Gerindra menolak untuk bergabung dengan Jokowi. Namun, Prabowo berusaha meyakinkan para kadernya.

"Jadi kemudian pak Prabowo meyakinkan kita harus jangan kita saling keras-kerasan, paling penting itu kesejukan, kedamaian, beliau menyampaikan itu semua dengan analogi dan hitungan," tutupnya.

Artikel Asli
Sumber: Merdeka.com

Loading...