Istana: Jumlah Anggota Paskibraka HUT RI Tahun Ini Hanya 3 Orang

Istana: Jumlah Anggota Paskibraka HUT RI Tahun Ini Hanya 3 Orang

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) membawa bendera Merah Putih saat Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Istana Kepresidenan memastikan tetap akan menggelar upacara bendera peringatan HUT RI ke-75 di halaman Istana Merdeka pada Senin (17/8) mendatang.

Kendati demikian, upacara peringatan hari kemerdekaan akan digelar dengan peserta terbatas. Termasuk jumlah anggota paskibraka.

"Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka. Upacara tetap khidmat, tetapi dengan peserta terbatas," kata Mensesneg Pratikno dalam konferensi persnya di Kantor Kemensetneg, Jakarta, Senin (6/7).

"Semua komponen yang terlibat dalam upacara hadir di situ termasuk paskibraka tapi terbatas," lanjutnya.

Loading...

Tidak hanya itu, para tamu undangan pun juga tidak diperkenankan mengikuti upacara secara langsung. Mereka diharapkan mengikuti upacara secara virtual. Termasuk masyarakat yang biasanya menyaksikan proses upacara berlangsung dari luar Istana Merdeka.

"Ini tidak berarti partisipasi masyarakat terbatas. Kami harap sebagaimana edaran disampaikan seluruh rakyat Indonesia kami harap aktif terlibat upacara tersebut secara virtual," ujarnya.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Di sisi lain, untuk jumlah anggota paskibraka nanti, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyebut, hanya akan ada 3 anggota saja ditambah 1 anggota cadangan.

"Paskibraka kami bersepakat hasil keputusan kolegial mempertimbangkan kondisi, paskibraka hanya 3 plus cadangan," ujarnya.

"Itu akan kami ambil dari paskibraka 2019 yang pada saat itu tidak naik. Yang inti 2019 tidak muncul, ini ada cadangan kita ambil," lanjutnya.

Heru menjelaskan memang untuk tahun ini tidak ada seleksi anggota paskibraka untuk upacara kemerdekaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal itu pun sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak merekrut di 2020 karena sekali lagi kita sayangi kesehatan nyawa masyarakat dan protokol kesehatan yang harus kita junjung tinggi demikian," pungkas Heru.

Artikel Asli
Sumber: kumparan

Loading...