Jokowi: Empat Tahun Dikatakan Presiden Antek Asing, Ini Saatnya Saya Berbicara...

Jokowi: Empat Tahun Dikatakan Presiden Antek Asing, Ini Saatnya Saya Berbicara...

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan sambutan saat menghadiri Deklarasi Alumni Trisakti Pendukung Jokowi di Jakarta, Sabtu (9/2/2019). Alumni Trisakti Pendukung Jokowi mendeklarasikan dukungan untuk memenangkan capres-cawapres Joko Widodo

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menjawab soal tuduhan antek asing yang selama ini ditujukan kepadanya.

Dia menumpahkan kekesalannya ketika berpidato dalam acara deklarasi dukungan alumni SMA Jakarta di Istora Senayan, Minggu (10/2/2019).
"Empat tahun dikatakan Presiden Jokowi antek asing. Empat tahun!"
"Saya diam, saya diam. Tetapi saat ini adalah saatnya saya berbicara," kata Jokowi.
Jokowi menyinggung tiga hal terkait perebutan aset negara dari pihak asing. Pertama adalah pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Jokowi mengatakan butuh keberanian untuk membubarkan Petral.

Kemudian, Jokowi menyinggung Blok Mahakam yang sudah dikelola Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation selama 50 tahun.
"2015 kita ambil 100 persen, saya berikan kepada Pertamina. Tetapi saya kan enggak pernah ngomong," kata Jokowi.
Selanjutnya, Jokowi menyinggung soal Blok Roka yang sudah puluhan tahun dikelola oleh Chevron. Kini Blok Rokan sudah dimenangkan oleh Pertamina. Kemudian juga soal Freeport yang mayoritas sahamnya sudah dikuasai oleh Indonesia.

Jokowi pun kesal karena masih disebut sebagai antek asing. Padahal, kata dia, merebut itu semua bukan perkara mudah.
"Dipikir mengambil alih barang- barang seperti itu mudah? Dipikir mengambil alih aset besar seperti itu gampang? Kalau mudah dan gampang, sudah dari dulu diambil alih," kata Jokowi.  

Penulis: Jessi CarinaEditor: Dian Maharani

Artikel Asli
Sumber: Kompas.com