Kisah Anak Semata Wayang Titi yang Berbobot Hampir 300 Kg, Rela Putus Sekolah untuk Mengurus sang Ibu

Kisah Anak Semata Wayang Titi yang Berbobot Hampir 300 Kg, Rela Putus Sekolah untuk Mengurus sang Ibu

 

Laporan wartawan Grid.ID, Veronica Sri Wahyu Wardiningsih

Grid.ID - Titi Wati (37), wanita tergemuk di Kalimantan Tengah dengan berat badannya diperkirakan sekitar 275 kilogram, rencananya akan dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangkaraya, Kalteng, Jumat (11/1/2019).

Selama berada di rumahnya di Jalan G Obos XXV Gang Bima Kelurahan Menteng Kecamatan Jekanraya Palangkaraya, Kalteng, Titi sama sekali belum tersentuh pemerikasaan dari dokter maupun petugas rumah sakit.

Selama enam tahun lebih, Titi hanya bisa tengkurap di lantai kamar rumahnya.

Titi hanya melakukan aktifitas menonton televisi dan karaoke membawakan lagu-lagu kesukaannya.

Melansir dari Banjarmasin Post (11/1), Titi memiliki satu anak remaja yang terpaksa putus sekolah lantaran harus mewarat ibunya yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Sang anak melakukan segala kebutuhan ibunya, baik pipis, cebok hingga makan dan minum dan keperluan lainnya.

Anak Titi bernama Herlina, yang baru menginjak usia 19 tahun.

Herlina adalah anak Titi satu-satunya dari ayah pertama.

Ia dengan ikhlas menemani ibunya selama enam tahun lebih tidak bisa berbuat apa-apa karena menderita obesitas.

"Siapa lagi yang membantu selain saya sebagai anak," ujar Herlina seperti dikutip Grid.ID dari Banjarmasin Post.

Sejak ditinggal ayah kandungnya, Titi hanya mengandalkan Herlina sebagai anak satu-satunya.

Herlina dengan setia menemani dan membantu sang ibu selama enam tahun tidak bergerak akibat obesitas yang dialami.

Demikian juga ketika Titi dipindahkan ke RS Doris Sylvanus Palangkaraya untuk menjalani operasi pengecilan lambung.

Herlina pun membantu ibunya selama dirawat di rumah sakit.

Suami kedua Titi, Edi (52), hanya seorang pencari kayu di Bukit Tengkiling Palangkaraya yang selama ini setia menemani sang istri dan anaknya.

Melansir dari kompas.com, pihak RS Doris Sylvanus Palangakraya bekerja sama dengan dokter spesialis dari RS Udayana, Denpasar, Bali, menawarkan operasi saluran pencernaan secara gratis kepada Titi.

Sebelumnya, Theodorus bersama tim sempat mendatangi kediaman Titi dan menyampaikan tawaran tersebut.

"Operasi tersebut akan dilaksanakan di RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, jadi dokter spesialisnya yang akan datang ke Palangkaraya," kata dokter Theo, kepada Kompas.com, setelah memberikan informasi kepada Titi, Rabu (9/1/2019).

Saat itu, pihak rumah sakit juga menjelaskan kepada Titi mengenai tindakan operasi yang akan dilakukan serta apa saja yang akan dipersiapkan dalam hal evakuasi Titi ke rumah sakit nantinya.

Namun, untuk proses operasi yang akan dilaksanakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari keluarga Titi, dalam hal ini suami Titi.

Apabila proses operasi disetujui, maka pihak rumah sakit juga harus mempersiapkan banyak hal.

Mulai dari cara mengevakuasi Titi dari kediamannya hingga ke rumah sakit, begitu juga dengan ranjang pasien yang khusus, serta persiapan lain yang diperlukan.

Ada beberapa risiko yang harus diperhatikan oleh pihak keluarga, apabila operasi tidak dilakukan.

Diketahui sudah ada beberapa bagian tubuh Titi yang sudah mengalami luka akibat lecet, yang semua itu terjadi karena Titi tidak bisa berdiri dan duduk, hanya bisa berbaring.

"Kami sangat berharap kepada pihak keluarga, khususnya kepada suami Titi Wati, agar menyetujui proses operasi yang akan dilakukan sebagai upaya pemulihan berat badan Titi Wati yang kian membesar," tambah dokter Theodorus. (*)

Artikel Asli


Sumber: grid.ID