Korsel Yakin Masih Ada Peluang Dialog Korut-AS

Korsel Yakin Masih Ada Peluang Dialog Korut-AS

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in yakin pemimpin Korea Utara Kim Jong-un masih membuka peluang dialog dengan Amerika Serikat. Menurutnya masih terlalu dini untuk pesimis terkait kelanjutan dialog denuklirisasi antar kedua negara.

Moon mengungkapkan keyakinannya setelah Trump baru-baru ini menuliskan surat ucapan ulang tahun kepada Kim Jong-un. Hal itu menurutnya sebagai tanda positif komitmen negosiasi antara Pyongyang dan Washington.

"Banyak yang khawatir dengan kemungkinan provokasi militer jelang ulang tahun Ketua Korut Kim Jong-un, tetapi sebaliknya. Ada ucapan selamat dari Presiden Trump," ucap Moon di tengah konferensi pers, Selasa (14/1).

Ia menyampaikan optimismenya itu kendati Washington dan Pyongyang hingga belum melanjutkan dialog secara aktif.

Loading...

"Korea Utara telah menegaskan bahwa pintu dialog belum tertutup, meskipun ada syarat bahwa dialog hanya dapat dilanjutkan jika tuntutan mereka dipenuhi," imbuhnya seperti dilansir CNN.

Moon merupakan salah satu sosok yang memprakarsai dialog antara Korut dan AS. Tahun lalu, Kim dan Trump sempat melakukan pertemuan di Hanoi untuk melakukan dialog denuklirisasi yang hingga kini masih terhenti.

Korea Utara sempat menyatakan sikap untuk tidak melanjutkan dialog hingga AS memenuhi semua tuntutan.

Dalam sebuah pernyataan, seorang diplomat senior dan penasihat kementerian luar negeri Korea Utara, Kim Kye Gwan mengatakan pihaknya tidak akan mempertimbangkan untuk menyerahkan fasilitas nuklir sebagai imbalan bantuan sanksi parsial.

"Tidak akan pernah ada negosiasi seperti itu [menyerahkan fasilitas nuklir] di Vietnam, kami mengusulkan pertukaran fasilitas nuklir untuk mencabut beberapa sanksi PBB," ujarnya merujuk pada pertemuan puncak dua pimpinan negara di Hanoi yang berujung buntu.

Secara pribadi, ia mengatakan Kim Jong-un memiliki perasaan senang dengan Trump. Namun pihaknya merasa ditipu oleh sikap AS.

"Kami telah ditipu oleh AS, terperangkap dalam dialog selama lebih dari satu setengah tahun dan itu adalah kami telah kehilangan waktu," ucapnya.

Moon terakhir menjadi penengah dalam pertemuan antara Kim dan Trump di zona demiliterisasi pada Juni lalu. Namun pertemuan tersebut kembali gagal memberikan hasil nyata.

Setelah serangkaian pertemuan, petinggi Korea Utara berulang kali mengatakan jika negosiator AS tidak fleksibel. Sedangkan utusan AS meminta Pyongyang untuk kembali melanjutkan dialog terkait denuklirisasi.

Artikel Asli
Sumber: CNN Indonesia

Loading...