Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Inilah potongan jenazah seorang pria yang dibunuh wanita di Saint Petersburg, Rusia. Pria itu dibunuh dan dimutilasi oleh teman sekamarnya sendiri setelah dituduh membunuh kucing peliharaan pelaku.

SAINT PETERSBURG, KOMPAS.com - Seorang wanita di Rusia dilaporkan membunuh dan melakukan mutilasi teman serumahnya setelah tahu kucing peliharaannya dibunuh.

Si pelaku yang diidentifikasi bernama Anastasia Kh ditahan polisi dengan dugaan pembunuhan, dilaporkan Daily Mirror Jumat (18/110/2019).

Baca juga: Tanpa Sepengetahuan Suami, Korban Mutilasi Kirim Uang ke Terdakwa Rp 70 Juta

Wanita 41 tahun itu diduga memasukkan potongan tubuh teman sekamar yang dia bunuh dan mutilasi ke dalam lima kantong plastik.

Loading...

Setelah itu, Anastasia diyakini melakukan beberapa perjalanan menggunakan bus ke lokasi tersembunyi sekitar lima km jauhnya untuk membakar potongan jenazahnya.

Penegak hukum mengungkapkan, pembunuhan itu terjadi di Distrik Kirov di Saint Petersburgh, Rusia, di mana Anastasia menghilangkan jejak kejahatannya.

Potongan jenazah teman serumah Anastasia dilaporkan ditemukan oleh pria yang tengah membawa anjingnya jalan-jalan, dan segera melapor ke polisi.

Harian lokal Komsomolskaya Pravda melaporkan, polisi membuka kantong plastik, dan melihat tulang kaki, bahu, hingga kulit manusia.

Dalam keterangan Komite Investigasi Rusia, Anastasia Kh diduga membunuh korban menggunakan palu yang dihantamkan ke kepala.

"Pelaku juga beberapa kali menendang korban. Setelah itu, dia melakukan mutilasi terhadap jenazah korban," ujar komite investigasi.

Sementara kanal televisi Ren TV memberitakan, dua penghuni apartemen mengaku tidak tahu jika Anastasia sudah membunuh temannya itu.

Hanya berdasarkan pernyataan polisi, keduanya terlibat dalam "perseteruan" setelah Anastasia menuduh korban sudah membunuh kucing peliharaannya.

Bercak darah dari pria yang jadi teman sekamar Anastasia ditemukan di lantai, dengan pakar mengatakan dia dimutilasi secara "profesional".

Baca juga: Polisi Meksiko Temukan 44 Jenazah Dimutilasi di 119 Kantong Sampah

Penulis: Ardi Priyatno UtomoEditor: Ardi Priyatno Utomo

Artikel Asli
Sumber: Kompas.com

Loading...