Para Ilmuwan Islandia Temukan 40 Mutasi Virus Corona

Para Ilmuwan Islandia Temukan 40 Mutasi Virus Corona

Ilustrasi Virus Corona

KOMPAS.com - Para ilmuwan di Islandia menemukan 40 mutasi virus corona yang menyebabkan infeksi Covid-19 di negara tersebut.

Berdasarkan sebuah laporan, tujuh infeksi berasal dari orang-orang yang menghadiri pertandingan sepak bola yang sama di Inggris.

Dilansir New York Post, para peneliti menemukan mutasi atau perubahan kecil dalam genom virus dengan menganalisis swab pasien Covid-19 di Islandia, di mana hampir 648 kasus telah dilaporkan pada Selasa (24/3/2020).

Otoritas kesehatan, bersama dengan perusahaan biofarmasi deCODE Genetics menguji 9.768 orang, termasuk mereka yang telah didiagnosis, orang-orang dengan gejala dan berisiko tinggi tertular.

Loading...

Baca juga: Bagaimana Sabun, Hand Sanitizer, dan Air Hangat Mampu Melawan Covid-19?

Hasil penelitian

Sekitar 5.000 orang yang tidak menunjukkan gejala setuju untuk berpartisipasi, didapati 48 orang dari mereka menunjukkan hasil positif virus corona.

Penelitian yag dilakukan para ilmuwan tersebut dilakukan untuk membantu deCODE Genetics mencari tahu bagaimana Covid-19 yang "merajalela" masuk ke Islandia.

"Beberapa berasal dari Austria. Ada tipe lain dari orang yang terinfeksi di Italia. Dan ada jenis virus ketiga yang ditemukan pada orang yang terinfeksi di Inggris. Tujuh orang menghadiri pertandingan sepak bola di Inggris," kata Kari Stefansson, direktur perusahaan deCODE Genetics.

Kendati demikian, studi ini masih belum ditinjau secara formal oleh ilmuwan yang lain.

Namun seorang ahli virologi dengan Departemen Imunologi dan Mikrobiologi di Universitas Kopenhagen, Allan Randrup Thomsen mengatakan bahwa temuan itu masuk akal.

"Sangat menarik dengan 40 varian spesifik yang terbagi dalam tiga kelompok yang dapat ditelusuri kembali ke sumber infeksi dari mana mereka berasal," kata Randrup.

Virus corona, imbuhnya dikenal sebagai virus yang dapat bermutasi dengan cukup baik.

"Kami telah melihat laporan varian dari China. Dengan begitu, itu cocok dengan apa yang telah dilaporkan," katanya lagi.

Baca juga: Berikut Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri dengan Lima Bahan Sederhana

Jenis virus corona

Lebih lanjut, sebuah studi sebelumnya yang dilakukan di China dan diterbitkan awal bulan ini menunjukkan bahwa ada dua jenis virus corona.

Tipe L, yang lebih agresif seperti pada awal wabah diketahui di Wuhan, China, sedangkan tipe S terbilang lebih lemah.

Seorang spesialis penyakit menular di Universitas Lancaster, Dr. Derek Gatherer mengatakan, virus baru akan menjadi lebih menular, tetapi varian yang menyebabkan virus corona hingga parah dapat mati.

"Prosesnya mungkin akan memakan waktu beberapa tahun," kata Gatherer.

Baca juga: Pasien yang Sembuh dari Corona Bisa Jadi Kebal asalkan Memenuhi Syarat

KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoInfografik: Beda Batuk, Pilek, Alergi, dan Gejala Virus Corona

Penulis: Dandy Bayu BramastaEditor: Sari Hardiyanto

Artikel Asli
Sumber: Kompas.com

Loading...