Pelarian Preman Bagak Izet Berakhir di Rumah Mertua di Batusangkar Tanah Datar

Pelarian Preman Bagak Izet Berakhir di Rumah Mertua di Batusangkar Tanah Datar

Padang, – Pelarian preman bernama Izet, pemalak dan penganiaya sopir truk angkutan semen di area PT Semen Padang, berakhir sudah. Pria yang mendadak populer karena banyak diparodikan di media sosial, dibekuk di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.

Loading...

Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) Komes Pol Satake Bayu Setianto menyebutkan, Izet dibekuk tim Reskrim Polda Sumbar sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis (15/7/2021) di sebuah rumah, yang diduga rumah mertuanya.

“Iya sudang ditangkap, sekarang dalam perjalanan ke Padang,” kata Satake kepada awak media melalui telepon selulernya.

Izet sebelumnya menjadi buronan Polda Sumbar yang paling dicari. Gara-garanya, pria bertubuh gempal itu terekam kamera ketika melakukan aksi premanisme di area Packing Plant Indarung (PPI) PT Semen Padang. Dia memalak dan memukul seorang sopir truk angkutan semen.

Video aksi premanisme Izet pun langsung viral di berbabagai platform media sosial sejak Sabtu (10/7/2021) lalu. Aksi pemalakan Izet kemudian banyak dijadikan parodi untuk konten di media sosial.

Aksi Izet memang terbilang berani, di tengah gencarnya polisi memberantas premanisme. Dalam video yang viral, Izet tampak ganas sekali. Ia menyebutkan, semua sopir truk harus memberikan uang ke dia ketika dia minta.

Ia juga menyebut dirinya sebagai preman yang terkenal, hingga membawa-bawa polisi. Tak pelak, aksi Izet pun banyak dihujat, dan menjadi parodi warganet sebagai bentuk sindiran atau kecaman pada aksi premanisme. Namun, usai video premanismenya viral, Izet seperti hilang ditelan bumi.

Kini Izet harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi telah menegaskan, tak ada ampun bagi pelaku premanisme.

“Nanti prosesnya bisa di Polda atau diserahkan di Polres, kita tunggu saja. Yang jelas, karena kasus ini dapat perhatian luas dari masyarakat, Polda tentu harus turun tangan,” kata Satake.

Loading...