Pemko Payakumbuh melalui Dinas Tenaga Kerja Dan Perindustrian Komit Tekan Angka Pengangguran

Pemko Payakumbuh melalui Dinas Tenaga Kerja Dan Perindustrian Komit Tekan Angka Pengangguran

Payakumbuh, | Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian menyebutkan bahwa pihaknya telah memberangkatkan tenaga kerja asal Kota Payakumbuh sebanyak empat puluh orang ke berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti seleksi untuk memasuki dunia kerja di berbagai perusahaan.

Loading...

Dari jumlah tersebut, beberapa orang diantaranya telah bekerja disejumlah perusahaan, meski ada yang pulang kembali ke Payakumbuh karena berbagai alasan.

” Selama tahun 2019 ini kita telah memfasilitasi warga kita untuk mengikuti seleksi diberbagai perusahan disejumlah kab/kota di Ibdonesia. Dari beberapa orang tersebut ada yang telah bekerja, ada yang masih berada dirumah singgah sambil menunggu seleksi dari perusahaan yang membuka lowongan kerja.” Sebut Dewi.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Wal Asri menyebutkan Pemko Payakumbuh terus berusaha untuk menekan angka penganguran didaerahnya. Hingga kini, angka penganguran terus mengalami penurunan.

” Sejak tahun 2016 lalu angka penganguran yang mencapai 7,64% dan tahun berikutnya turun menjadi 3,45 %, namun pada tahun 2018 naik kembali menjadi 3,78% atau sekitar 2500 orang.” Sebut Wal Asri.

Ia juga menambahkan, berbagai langkah atau antisipasi terus dilakukan untuk menekan pertumbuhan pengangguran, baik yang disebabkan karena putus sekolah maupun adanya lulusan-lulusan baru yang belum bekerja.

Beberapa langkah tersebut diantarannya, Pemko Payakumbuh memfasilitasi untuk pelatihan dan magang yang digelar Kementrian, diantaranya di Semarang, Medan dan Bekasi.

Pelatihan tersebut berupa pelatihan, Akuntansi, Otomotif, Las, Kesekretarisan, Pariwisata dan Tekhnik Bangunan. Termasuk fasilitasi pelatihan awal untuk mengikuti seleksi magang ke Jepang.

Dewi juga menambahkan, untuk ke Luar Daerah seperti di Bekasi pihaknya hanya memfasilitasi calon tenaga kerja biaya pemberangkatan, rumah singgah, sementara biaya selama mereka mengikuti seleksi (biaya makan) tidak ditanggung oleh Pemerintah Daerah.

” Iya, kita hanya fasilitasi biaya pemberangkatan, rumah singgah selama mereka mengikuti seleksi disana. Untuk biaya makan mereka sehari-hari selama berada dirumah singgah tidak kita tanggung.” Ucap Dewi. (rb).

Loading...