Penderita Virus Corona di Singapura Bertambah 8 Orang, 15 Pasien Berhasil Sembuh

Penderita Virus Corona di Singapura Bertambah 8 Orang, 15 Pasien Berhasil Sembuh

Seorang siswa berjalan melalui asrama yang digunakan sebagai zona karantina di Universitas Teknologi Nanyang, Singapura. Foto: REUTERS/Feline Lim

Jumlah penderita virus corona di Singapura bertambah delapan orang. Para penderita ini tertular virus corona atau COVID-19 di dalam negeri, tidak ada satu pun yang pernah mengunjungi China.

Hal ini dilaporkan oleh Kedutaan Besar RI berdasarkan pengumuman Kementerian Kesehatan Singapura, Jumat (14/3). Ditambah pasien baru, total penderita virus corona di Singapura hingga Kamis siang (13/2) mencapai 58 orang.

Dari delapan penderita baru, dua di antaranya berkewarganegaraan Bangladesh, sisanya warga Singapura. Para penderita yang usianya berkisar antara 26 hingga 55 tahun ini dirawat di ruang isolasi Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID)

Suasana di Merlion Park di Singapura setelah penetapan status level oranye. Foto: REUTERS/Feline Lim

Di antara penderita virus corona terdapat seorang pekerja asal Indonesia yang tertular dari majikannya. Menurut KBRI, saat ini kondisinya stabil dan masih di ruang perawatan isolasi.

Loading...

Penularan virus corona di Singapura berasal dari turis China. Salah satu titik penularan berasal dari sebuah konferensi di hotel. Pemerintah Singapura terus merunut kontak para penderita dan warga.

Sejauh ini Singapura telah mengarantina 1.144 orang, sementara sebanyak 17 orang masih ditelusuri keberadaannya. Total sebanyak 711 orang sudah dinyatakan negatif COVID-19 dan 82 orang masih menunggu hasil tes.

Warga Singapura memburu masker di apotek. Foto: REUTERS/Feline Lim

Vaksin dan obat virus corona memang belum ditemukan. Namun pasien bisa sembuh dengan perawatan yang tepat sesuai gejalanya. Di Singapura, 15 orang dinyatakan sembuh dan boleh keluar dari rumah sakit. Di China sendiri, hampir 7.000 orang sudah dinyatakan pulih.

Angka kematian akibat virus corona telah mencapai 1.380 orang di China. Angka kematian di luar China masing-masing satu pasien terdapat di Jepang dan Filipina.

"KBRI Singapura senantiasa mengimbau seluruh WNI yang berada di Singapura untuk tetap tenang, tidak panik, berhati-hati dan bertindak secara bertanggung jawab," ujar pernyataan KBRI Singapura.

KBRI Singapura juga telah membuka hotline untuk WNI yang membutuhkan bantuan: +6592953964.

Artikel Asli
Sumber: kumparan

Loading...