Peran 15 Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

Peran 15 Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

Konferensi pers kasus penganiayaan Ninoy Karundeng. Foto: Raga Imam/kumparan

Polisi telah menetapkan 15 tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Mereka sudah ditahan di Mapolda Metro Jaya.

15 orang tersangka itu adalah AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SR, ABK, IA, R, F, Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar, Jerri, dan Insani Zulfah Hayati.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti Haryadi menyebut, para tersangka memiliki peran yang berbeda-beda dalam kasus tersebut. Mulai dari mengintimidasi hingga menganiaya Ninoy Karundeng.

“Tersangka ada 15 orang, dilakukan penahanan, ada 2 orang (TR dan F) karena alasannya kesehatan kita tangguhkan. Kita akan melengkapi berkas perkara untuk dikirim ke kejaksaan,” ucap Dedy saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (22/10).

Loading...

Kasus bermula saat Ninoy Karundeng melaporkan menjadi korban penculikan sekelompok orang saat aksi unjuk rasa di Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (30/9).

Konferensi pers kasus penganiayaan Ninoy Karundeng. Foto: Raga Imam/kumparan

Saat di lokasi, Ninoy Karundeng diketahui tengah mengambil gambar pengunjuk rasa yang terkena gas air mata. Lalu ada oknum massa yang merampas ponsel genggamnya.

Ninoy Karundeng mengaku diinterogasi di salah satu tempat sebelum akhirnya dilepaskan. Ia kemudian membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (2/10).

Berikut peran masing-masing tersangka dalam kasus dugaan terhadap Ninoy Karundeng :

  • AA (42), lali-laki, berperan menyebarkan video pengeroyokan terhadap Ninoy Karundeng. AA juga diduga turut serta menyebarkan konten berisi penghasutan dan hate speech di WhatsApp group bernama ‘Garuda Muda Foundation’.

  • YY (54), perempuan, berperan menyebarkan video pengeroyokan terhadap Ninoy Karundeng serta menyebarkan konten berisi penghasutan dan hate speech di WhatsApp group bernama ‘Teras Depan Brighten’.

  • ARS (52), perempuan, berperan menyebarkan video pengeroyokan terhadap Ninoy Karundeng serta menyebarkan konten berisi penghasutan dan hate speech di WhatsApp group bernama ‘Garuda Muda Foundation’.

  • RF (22), laki-laki, berperan menerima barang milik Ninoy Karundeng berupa hard disk, sim card, memori card, flashdisk dari laki-laki yang diketahui sebagai petugas medis.

  • RI alias Baros (30), laki-laki, berperan membantu dan merekam video saat tersangka F memindahkan data laptop milik korban.

  • S (49), laki-laki, berperan ikut menginterogasi serta melakukan penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng.

  • TR (59), perempuan, ia ditangguhkan penahanannya karena lanjut usia dan sakit. TR berperan memerintahkan F ke Masjid Al Falaah untuk mengantar logistik. Ia juga memberi solusi agar data yang ada di laptop korban diserahkan ke tersangka S.

  • SR (39), laki-laki, berperan diminta untuk menyalin data dari flashdisk Ninoy Karundeng oleh tersangka S. Namun, sebelum melalukan menyalin data SR ditangkap lebih dulu oleh polisi.

Ninoy Karundeng di Polda Metro Jaya, Senin (7/10). Foto: Raga Imam/kumparan
  • ABK (30), laki-laki, berperan menganiaya Ninoy Karundeng dengan cara memukul ke arah wajah serta melalukan interogasi sambil merekam video. Ia juga merencanakan pembunuhan terhadap Ninoy Karundeng.

  • IA (57), laki-laki, berperan mengintimidasi dan menginterogasi Ninoy Karundeng. IA juga turut serta melakukan penganiayaan serta merencanakan pembunuhan terhadap korban.

  • R (47), laki-laki, berperan menganiaya dan mengintimidasi serta menginterogasi Ninoy Karundeng.

  • F (47), laki-laki, ia ditangguhkan penahanannya karena ada jaminan dari keluarga. Saat di lokasi, ia berperan menyuruh Ninoy Karundeng membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan mempermasalahkan peristiwa yang terjadi.

  • Bernard Abdul Jabbar (45), laki-laki. Bernard merupakan Sekjen PA 212. Ia berperan membawa korban ke dalam Masjid Al Falaah dan memerintahkan korban tidak pergi dari masjid. Ia berperan membantu tersangka lain untuk menginterogasi Ninoy Karundeng.

  • Jerri (52), laki-laki, berperan menganiaya Ninoy Karundeng di lokasi.

  • Insani Zulfah Hayati atau dokter Insani (36), perempuan, berperan menyuruh Ninoy Karundeng membuat surat keterangan yang isinya tidak akan mempermasalahkan peristiwa yang terjadi. Ia turut menginterogasi korban serta memesan Go Box untuk mengangkut Ninoy Karundeng dan sepeda motornya.

Artikel Asli
Sumber: kumparan

Loading...