Petani Ancam Menginap Jika Jokowi Tak Dengar Tuntutan

Petani Ancam Menginap Jika Jokowi Tak Dengar Tuntutan

Ratusan petani yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Indonesia mengancam menginap jika tuntutan mereka tak mendapat respons positif dari Presiden Joko Widodo.

Para petani saat ini tertahan di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, karena diadang kepolisian saat menuju ke Istana Kepresidenan. Sementara sekitar 300 orang perwakilan mereka sedang menemui Jokowi di Istana.

"Kita menunggu hasil dari mereka (perwakilan). Ketika hasilnya mengecewakan, kita nginep di sini selama satu minggu. Bila perlu seminggu kita nginep di sini pasang tenda," kata Carkaya, Deputi Kebijakan Hukum dan Advokasi Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Indonesia, di lokasi aksi di Jakarta, Kamis (10/10).

Mereka mengharapkan pernyataan tegas Jokowi untuk berpihak kepada para petani perhutanan sosial. Sebab selama ini mereka melakukan aksi unjuk rasa hanya ditanggapi janji palsu.

Loading...

Kemudian petani menuntut pemerintah untuk menambah luasan perhutanan sosial yang boleh dikelola masyarakat. Ketiga, petani meminta Jokowi membentuk badan khusus di bawah presiden untuk melakukan percepatan redistribusi areal perhutanan sosial di Indonesia dan penataan produksi.

Keempat, petani menuntut penyerahan SK IPHPS sebanyak kurang lebih 8.800 hektare di Jawa Tengah. Kelima soal peninjauan kembali kebijakan PNBP untuk produk tanaman pangan dan evaluasi praktek implementasinya.

Terakhir, para petani menuntut dukungan pembiayaan APBN untuk sosialisasi, fasilitasi usulan perhutanan sosial, penandaaan batas lahan, pembangunan embung sarana penampung air dan infrastruktur jalan produksi pertanian.

Carkaya menyampaikan unjuk rasa ini sebagai bentuk penagihan janji Jokowi. Sebab para petani yang berunjuk rasa mendukung Jokowi selama ini.

"Kami dukung full presiden. Di TPS kita, di daerah Kediri, ada yang 100 persen. Dan jangan kecewakan kami," tegas Carkaya.

Artikel Asli
Sumber: CNN Indonesia

Loading...