Polres Payakumbuh Gelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang menewaskan siswa kelas XII SMK Negeri 2 Payakumbuh

Polres Payakumbuh Gelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang menewaskan siswa kelas XII SMK Negeri 2 Payakumbuh

PAYAKUMBUH, - Polres Payakumbuh menggelar reka ulang atau rekonstruksi kasus penganiayaan yang menewaskan siswa kelas XII SMK Negeri 2 Payakumbuh HF (20 tahun), Jumat (4/2). Reka ulang dari peristiwa maut yang terjadi Selasa sore lalu itu (1/2) menghadirkan lima tersangka yang merupakan adik kelas korban.

Loading...

Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Aknopilindo mengatakan, terdapat 30 adegan yang ditampilkan dalam reka ulang tersebut dari 22 adegan yang direncanakan.

Pihak kepolisian melakukan pengamanan ketat di lokasi rekonstruksi dengan mengerahkan puluhan personel yang dipimpin langsung Kabag Ops Kompol Khairil Meidians. Rekonstruksi yang menarik perhatian warga setempat itu juga dihadiri penasehat hukum kelima tersangka, Setia Budi.

Dalam adegan kedua reka ulang tersebut terungkap bahwa peristiwa dimulai saat korban HF mengendarai sepeda motor bersama temannya dari arah sekolah. Kemudian salah satu tersangka memanggil korban. Pada adegan ketiga, korban berhenti dan salah seorang tersangka menendang bahu korban yang membuat sepeda motor korban oleng dan setelah itu terjadi perkelahian antara keduanya.

Di adegan ke-9, empat tersangka lainnya datang ke lokasi dan mulai terjadi pengeroyokan. Selanjutnya pada adegan ke-15, dua orang tersangka menendang korban sampai terjatuh ke arah sepeda motor yang menyebabkan kepala korban terbentur.

Pada adegan ke-19, salah seorang tersangka menginjak kepala korban yang telah terjatuh dan pada adegan ke-20 salah seorang saksi mencoba melerai perkelahian tidak seimbang itu.

AKP Aknopilindo mengatakan, korban sempat dibawa ke sekolah namun karena kondisi luka korban yang cukup parah ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Adnaan WD.

“Kita cepat melakukan rekonstruksi karena ini perkara anak dan kita terbatas melakukan penahanan. Sebab, untuk perkara anak penahanan hanya tujuh hari dengan perpanjangan delapan hari,” katanya.

Dalam kasus ini, Polres Payakumbuh menetapkan lima orang tersangka yang diduga melakukan penganiayaan menyebabkan HF meninggal dunia. Kelima tersangka tersebut berinisial AM (18 tahun), JA (17 tahun), BH (17 tahun), MA (16 tahun), dan RM (16 tahun) yang semuanya merupakan adik kelas korban. (Tim)

Loading...