Prancis: Deeskalasi AS-Iran jadi prioritas kami dalam Majelis Umum PBB

Prancis: Deeskalasi AS-Iran jadi prioritas kami dalam Majelis Umum PBB

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Kamis, 22 Agustus 2019, mengatakan Iran berusaha memelihara keamanan Teluk Persia dan AS mesti tahu negara itu tak bisa membuatnya jadi tidak aman. ANTARA/IRNA/pri (IRNA)

Menteri luar negeri Prancis pada Minggu mengatakan meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi tujuan utama negaranya dalam pertemuan Sidang Majelis Umum PBB pekan ini dan pertemuan antara kedua presiden bukanlah prioritas utama.

"Pertemuan Presiden (AS) Donald Trump dan Presiden (Iran) Hassan Rouhani menjadi nomor sekian. Prioritas utamanya adalah apakah kami dapat memulai kembali jalur deeskalasi dengan aktor yang berbeda," kata Jean-Yves Le Drian kepada awak media.

Prancis memimpin upaya Eropa untuk menyejukkan hubungan antara Washington dan Teheran, yang memanas. Namun upaya itu terhenti, dengan Iran mengurangi komitmennya terhadap perjanjian nuklir 2015 dengan negara besar dunia, sejak Washington mundur dari perjanjian tersebut tahun lalu dan menolak melonggarkan sanksi yang telah mencekik perekonomian Iran.

Serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi, di mana AS menuding Iran, juga memperumit masalah tersebut. Harapan pada akhir Agustus bahwa Trump dan Rouhani dapat bertemu di PBB tampaknya hal yang mustahil.

Loading...

Iran membantah tudingan keterlibatan dalam serangan tersebut. Namun al Houthi Yaman, kelompok dukungan Iran yang memerangi koalisi pimpinan Saudi dalam perang sipil Yaman, mengaku bertanggung jawab atas serangan 14 September.

"Jalan menuju dialog sudah ada, namun parameter untuk perundingan telah dikurangi dan marginnya dipersingkat," kata Le Drian.

Prancis menggantungkan upayanya dengan menawarkan Iran jalur kredit senilai 15 miliar dolar AS yang bakal memungkinkan penjualan minyak milik Teheran, dengan imbalan Iran sepenuhnya kembali pada perjanjian nuklir dan membuka perundingan yang lebih luas tentang aktivitas nuklirnya di masa depan yakni program rudal balistik dan pengaruh kawasan.

Sumber: Reuters

Artikel Asli
Sumber: antaranews.com

Loading...