Putra Siregar, Pemilik PS Store, Merasa Dijebak dan Pembunuhan Karakter

Putra Siregar, Pemilik PS Store, Merasa Dijebak dan Pembunuhan Karakter

Pemilik PS Store, Putra Siregar. Foto: Instagram/@putrasiregarr17

Batam - Pengusaha muda Putra Siregar mengklarifikasi perkara yang menimpanya. Usai akun Bea Cukai Kanwil DKI Jakarta memposting fotonya sebagai tersangka.

Putra menduga ia sengaja dijebak. Putra kemudian menceritakan kronologi kejadian pada tahun 2017 silam, hingga kemudian ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Bea Cukai Kanwil Jakarta.

"Pada malam hari, pada tahun 2017 lalu, saya ditelepon Koko Jimmy untuk membeli barang miliknya. Koko Jimmy ini pemilik barang ilegal tersebut. Dia mendesak-desak agar saya beli barang, sementara saya belum lihat barangnya," ujar Putra Siregar kepada Batamnews, Selasa (28/7).

Karena terus memaksa, Putra menyarankan agar handphone tersebut diantar saja dahulu ke toko di Condet, Jakarta Timur, karena sudah cukup malam. Lagi pula saat itu ia tak berada di tempat.

Loading...

Ternyata pada saat itu, Koko Jimmy dan Koko Rudi datang bersama petugas Bea Cukai Kanwil DKI Jakarta. Saat tiba di toko, sejumlah petugas langsung menggeledah toko dan menyita sejumlah handphone lainnya. Mereka juga menyita sejumlah uang tanpa berita acara penyitaan dan penggeledahan.

"Pada saat itu hanya ada karyawan bernama Hatta dan Lewis, toko besarnya cuma 2x2 meter," ujar Putra Siregar.

Putra pun kaget bukan kepalang. Putra menduga kuat saat itu dijebak. Apalagi pedagang handphone ilegal Koko Jimmy dan Rudi ternyata tidak diproses hukum di kemudian hari. Namanya hilang lenyap begitu saja. Diduga sudah melenggang bebas.

Keduanya diduga tidak diproses sebagaimana Putra Siregar yang diendapkan dan diproses hukum hingga tiga tahun lamanya.

Anehnya lagi, terbukti tak satupun foto Koko Jimmy dan Rudi tersebut nampang di akun Instagram Bea Cukai Kanwil Jakarta itu terkait perkembangan kasusnya apakah sudah dilimpahkan ke Jaksa atau belum. Termasuk foto-foto tersangka kasus pabean lainnya tak satupun ditemukan.

Belakangan setelah tiga tahun lamanya, mendadak Putra Siregar ditetapkan tersangka pelanggaran kasus kepabean. Siapa gerangan yang memesan kasus tersebut?

Putra mengungkapkan dalam kasus tersebut ia tak sedikit pun lari dari kewajiban denda atau pun pajak kepada negara. "Kita mau bayar, tapi bagaimana bayarnya? Kita selama ini taat bayar pajak ke negara," ujar dia.

Merambah ke Jakarta

Putra mengaku pada tahun 2017 tersebut ia berusaha ekspansi bisnis ke Jakarta. Saat ini ia memiliki sejumlah gerai penjualan handphone dan ratusan karyawan, pesantren, dan lainnya.

Ia merambah ke Jakarta saat bisnis di Batam ia anggap akan lesu di kemudian hari. "Saat itu aku masih lugu, tak tahu Jakarta. Mungkin ada yang merasa terancam aku pindah ke Jakarta," ujar Putra Siregar.

Bea Cukai Kanwil Jakarta sebelumnya menyatakan sudah menyerahkan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur pada 23 Juli 2020

Berkasnya dinyatakan lengkap. Selain itu akun Instagram Bea Cukai Jakarta tersebut juga memposting satu-satunya tersangka di Instagram mereka dengan foto Putra Siregar.

Putra pun menilai ini adalah salah satu bentuk pembunuhan karakter. Seolah-olah ia adalah seorang pelaku pembunuhan dan seorang kriminal.

"Kenapa hanya wajah saya yang dipampang di Instagramnya," ujar Putra. Dari penelusuran Batamnews, tak ada satu pun kasus-kasus yang ditangani Bea Cukai Kanwil Jakarta yang memposting perkara-perkara lain selain dari kasus Putra Siregar tersebut.

Ada dugaan, postingan tersebut memang diduga kuat sengaja dipesan untuk menjatuhkan Putra Siregar. Putra mengatakan saat ini ia dalam kondisi sehat. Dan ia mengatakan berita mengenai ia ditangkap adalah tidak benar. Saat ini Putra masih beraktivitas seperti biasa.

Pengusaha Sukses Tanah Air

Putra Siregar adalah pengusaha muda yang masih berusia 27 tahun. Ia mencatatkan sejarah sebagai pengusaha di usia muda dan sukses.

Namanya disejajarkan dengan para selebritis Tanah Air. Sosok Putra Siregar juga tak asing lagi di tengah masyarakat Kepri maupun Indonesia.

Kesuksesannya memang tak mudah diraih. Pria asal Pematang Siantar itu bahkan sempat menjadi sales parfum keliling. Tukang semir sepatu.

Kemudian, ia berjualan handphone bekas di pasar seken di kawasan Jodoh, Batam. Di sana ia berhasil memasarkan handphone milik orang lain ke beberapa orang. Hingga akhirnya ia menggunakan media sosial untuk berjualan handphone dan menarik minat banyak orang.

Setelah usahanya terus berkembang ia pun mendirikan perusahaan PT Putra Siregar Merakyat. Dari lapak di Jodoh ia pun pindah berjualan ke sebuah rumah di Marchelia, dan akhirnya menyewa sebuah ruko.

Saat ini boleh dibilang, ia menjadi satu-satunya pengusaha lokal atau pribumi yang berhasil menjadi pengusaha di bidang elektronik dan handphone. Selama ini bisnis tersebut dikuasai orang-orang yang sengaja memonopoli perdagangannya.

Ada dugaan kasus ini memang benar-benar dipesan pesaing bisnis Putra Siregar yang tak ingin ia berkembang lebih maju. Putra juga dikenal sebagai sosok dermawan dan kerap berbagi kepada warga tak mampu.

Artikel Asli
Sumber: kumparan

Loading...