Pelatihan Academic Writing

Usai Pelatihan Academic Writing, Diharapkan Dosen UIN Suska Riau Dapat menerbitkan Paper ke Jurnal Internasional Bereputasi

Usai Pelatihan Academic Writing, Diharapkan Dosen UIN Suska Riau Dapat menerbitkan Paper ke Jurnal Internasional Bereputasi

Pelatihan Academic writing

Pekanbaru - Dosen dan mahasiswa saat in dituntut untuk dapat melakukan publikasi terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Dengan semakin banyaknya publikasi, maka semakin luas pula kebermanfaatan penelitian-penelitian tersebut. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN SUSKA) mengadakan Pelatihan Academic Writing pada 5-7 Oktober 2018 bertempat di Labersa Grand Hotel, Jalan Labersa, Tanah Merah, Kota Pekanbaru, Riau.

Ketua Panitia Dr. Alwis Nazir, M.Kom dalam sambutannya mengatakan pelatihan ini diikuti oleh 25 Dosen dilingkungan kampus UIN SUSKA. “Academic Writing ini untuk mendukung dan membantu dalam pembuatan proposal penelitian dan pembuatan artikel,” ucap Alwis yang juga Ketua Penelitian dan Penerbitan.

1539195870-MediaRiau com-Pemberian Sertifikat ke Narasumber

Disampaikannya, pelatihan ini dilaksanakan dari pagi hingga malam hari dan selama tiga hari dan akan berakhir di hari Minggu (7/10/2018). “Kesempatan ini harus kita manfaatkan dengan baik, dan juga kepada dosen yang ikut pelatihan ini harus sudah memiliki artikel yang siap untuk diterbitkan ke Jurnal Internasional bereputasi,” harapnya dan sekaligus membuka acara pelatihan secara resmi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari para pembicara yang di moderatori oleh Zaitun dari Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan. Pembicara dalam pelatihan ini Dr. Janner Simarmata, M.Kom dari Universitas Negeri Medan dan Robbi Rahim dari STIM Sukma Medan.

1539195905-MediaRiau com-Pemberian Cinderamata ke Narasumber

Janner Simarmata yang juga menjadi reviewer di beberapa jurnal nasional, dalam sesinya memaparkan terkait strategi menyusun karya tulis ilmiah serta berbagi pengalaman dalam submit makalah ilmiahnya di jurnal internasional. “Dalam paparannya disebutkan bahwa plagiarisme merupakan tindak kejahatan yang terjadi ketika penulis mengambil karya tulis orang lain karena tidak menyebutkan sumbernya,” pungkasnya.Menurutnya harga diri akademisi diwujudkan dengan kejujuran yaitu tidak melakukan tindak plagiarisme.

Robbi Rahim dalam sesinya menjelaskan bagaimana mencari jurnal internasional yang baik, mempublikasi artikel dan merespon hasil review. “Dia juga sekaligus melakukan pendampingan penulisan artikel ilmiah, yang diharapkan nanti paper dari peserta yang ada dapat dipublish di jurnal internasional,” katanya. Dan jangan lupa untuk mau menerbitkan ke jurnal yang terindeks Scopus kita harus lihat dulu apakah jurnal tersebut masih ongoing atau sudah discontinued (cancelled). “Cara mengetahuinya kita bisa melihatnya di website Scopus atau di Scimagojr,” imbuhnya.

Dr. Rian Vebrianto, M.Ed didampingi Dr Zarkasih (Kapus LPPM) mengatakan acara ini sangat menarik, pembicaranya mampu membuat kami fokus pada kegiatan ini. “Bagi kami acara ini sangat sesuai bagi pemula yang ingin memulai menulis artikel, meskipun demikian, masih banyak ditemukan kesalahan dalam penulisan jurnal maupun karya tulis ilmiah lainnya yang disebabkan oleh masih kurangnya sosialisasi Academic Writing,” tutup Rian. (js)