Viral Gara-gara Ejek Korban Tsunami

Viral Gara-gara Ejek Korban Tsunami

Lagi masa duka kok masih ada aja yang nyinyir

Akhir tahun 2018, bencana tsunami yang menerjang Banten dan Lampung seakan menjadi kado pahit bagi Indonesia. Tsunami ini seakan menjadi penutup dari rangkaian peristiwa bencana alam yang datang silih berganti dalam beberapa bulan sebelumnya. Ratusan nyawa hilang, ribuan luka-luka, dan banyak sekali terjadi kerusakan yang sepertinya susah pulih dalam waktu dekat.

Salah satu yang menjadi pemberitaan dalam bencana tsunami di Banten adalah Ifan Seventeen. Bagaimana tidak, dia kehilangan tiga teman sesama personel Seventeen dan juga istri tercintanya, Dylan Sahara, dalam peristiwa ini. Karena itu, beragam ucapan dukacita dan turut berbelasungkawa mengalir deras kepada Ifan Seventeen.

www.keepo.me
www.keepo.me

Menuding rasa duka Ifan Seventeen terlalu berlebihan, wanita ini viral

Loading...

Salah satu yang mengucapkan turut berdukacita kepada Ifan adalah Pasha Ungu. Dia bahkan meminta kepada Presiden Jokowi untuk menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Duka Musik Indonesia, atas meninggalnya tiga orang personel Seventeen dalam waktu bersamaan.

“Kepada bapak presiden RI @jokowi izin bila dimungkinkan tolong tetapkan tanggal 22 desember 2018 juga sebagai ‘hari duka musik indonesia’.. bilamana tidak maka biarlah sejarah mencatat kejadian ini dan kami para musisi indonesia akan senantiasa mengenang kisah ini sebagai rasa solidaritas dan pengakuan bagi mereka para pahlawan musik Indonesia,” ujar Pasha.

www.keepo.me
www.keepo.me

Permintaan ini pun dianggap berlebihan oleh seorang wanita dari Manado yang bernama Windiawati Asiska Dolo. Menurutnya, terlalu berlebihan menjadikan kejadian tersebut sebagai Hari Duka Musik Indonesia. Dia mengatakan Hari Duka Musik Indonesia baru layak ditetapkan jika pada saat kejadian tersebut, Ifan juga turut meninggal dunia karena terseret gelombang tsunami.

Postingannya ini kemudian viral dan dia menjadi bulan-bulanan serta bahan kecaman dari netizen. Netizen menganggap Windiawati tidak peka dan tidak berempati dengan kejadian yang dialami oleh Ifan. Tidak ada seorang pun yang ingin kehilangan sahabat dan istrinya hanya supaya hari itu dikenang oleh seluruh masyarakat Indonesia.

*@rhiza.amora: “Lempar org ini ke tmpat yg lgi kena tsunami. Biar gk ad lgi org yg mulut ny rusak sprti dya . Org udh kena musibah kok mlah dkata”in.”*

*@nadyapierena: “Dia gatau gmna rasanya kehilangan"*

*@natcintyanai: “jk jg setuju kalo ga berlebihan sampe dijadiin hari duka musik, tapi pas nyumpahin org mati jg ya ga gethoo jg keles mbaknya.”*

Karena tidak tahan terus dirundung dan dikecam oleh netizen, Windi kemudian mengucapkan permintaan maaf dan menghapus statusnya tersebut. Dia mengatakan akan menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran untuk ke depannya.

Kalau dulu ada istilah "Mulutmu, Harimaumu", sekarang yang berlaku adalah "Jarimu, Harimaumu". Berhati-hatilah dalam menggunakan media sosial supaya tidak berakhir menjadi sasaran kemarahan netizen. Kalau kamu sendiri, setuju nggak dengan apa yang dikatakan oleh Windia, atau malah mengecamnya juga?

Artikel Asli
Sumber: Keepo.me

Loading...