Wako: Wajib Patuhi Protokol Kesehatan, Kota Solok Mulai PBM Tatap Muka  

Wako: Wajib Patuhi Protokol Kesehatan, Kota Solok Mulai PBM Tatap Muka   

Padang, - Meski masih dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, Pemerintah Kota Solok akan kembali memulai pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di kelas.

Loading...

Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar, Rabu (25/8). Dijelaskannya, keputusan itu sudah berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

“Dalam SK bersama itu, sudah disebutkan bahwa pelaksanaan sekolah tatap muka sudah diperbolehkan lagi di Kota Solok selama PPKM level tiga,” ujarnya.

Tapi, setiap sekolah harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, seperti memakai masker serta jumlah murid dalam kelas dibatasi untuk mencegah penyebaran virus terhadap anak-anak di sekolah.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2021/2022 metodenya dilaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Untuk tingkat PAUD/TK/RA siswa hadir ke sekolah maksimal 33 persen dari keseluruhan siswa. Siswa dibagi sebanyak kelas yang ada, proses belajar mengajar dilaksanakan hanya dua jam per hari.

Tingkat SD/MI, siswa hadir ke sekolah pertingkat, isi kelas maksimal 50 persen dari jumlah siswa per kelas. Dirincikannya, untuk kelas satu dan dua, proses belajar mengajar hanya dilaksanakan selama dua jam per hari. Kelas tiga sampai kelas enam proses belajar mengajar dilaksanakan selama 2,5 jam per hari.

Lalu, untuk SMP/MTs siswa hadir ke sekolah per tingkat, isi kelas maksimal juga 50 persen dari jumlah siswa per kelas. Pembelajaran memuat dua mata pelajaran per hari, proses belajar mengajar dilaksanakan 2,5 jam per hari.

“Dalam proses belajar tatap muka tersebut, seluruh guru hadir ke sekolah, sedangkan di tingkat SMP/MI guru yang hadir sesuai dengan mata pelajaran,” tambahnya.

Zul Elfian juga mengatakan, terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tingkat pelajar akan diadakan di Kota Solok untuk menekan penyebaran Covid-19 terhadap pelajar. “Tapi, sampai saat ini saya masih belum mendapatkan angka pasti vaksinasi tingkat pelajar, namun kami akan terus berupaya melakukan vaksinasi untuk para pelajar,” jelasnya.

Lebih lanjut, terkait penerapan protokol kesehatan di sekolah, pihaknya menyebut sudah menginstruksikan seluruh sekolah untuk memperketat penerapan prokes, serta juga meminta setiap sekolah menjadi ujung tombak sosialisasi adaptasi kebiasaan baru kepada siswa dan wali murid.

Menurutnya, Pemko tidak akan melepaskan begitu saja (proses belajar tatap muka) Pemerintah Kota akan selalu mendampingi masyarakat, dan akan meninjau bagaimana kesiapan dalam memulai belajar tatap muka ini.

Untuk saat ini, diperlukan komitmen bersama untuk memulai proses belajar tatap muka, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan. Sebab, menurut Zul Elfian, sekolah tatap muka ini merupakan keinginan bersama.

“Nantinya akan dipantau dan juga akan didatangi, seluruh sekolah sudah siap mematuhi prokes dengan mewajibkan guru dan murid memakai masker selama PBM, kemudian tempat cuci tangan,” pungkasnya.

Budi Prasetyo, 35, salah satu orangtua murid di Kota Solok mengaku senang PBM kembali ke sekolah. Sebab menurutnya, belajar tatap muka lebih efektif untuk anak-anak. “Lebih bagus belajar tatap muka sebab anak-anak bisa langsung menyerap pelajaran dari guru. Kalau belajar daring kadang anak sulit memahami pelajaran yang diberikan,” ujarnya.

Penulis; rio

Loading...